Kemenkop Raih WTP 6 Tahun Beturut-turut, Teten Kian Waspada
Senin, 03 Agustus 2020 - 20:06 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM dalam Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2019 kembali dapat mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) RI. Opini WTP ini diraih KemenkopUKM sebanyak enam tahun berturut-turut.
"Saya berharap tahun 2020 ini pun kita bisa mempertahankan opini WTP tersebut," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Senin (3/8/2020).
Hanya saja, Teten mengakui, meski sudah meraih opini WTP, tahun 2020 merupakan tahun yang berat. Salah satunya karena adanya program-program baru, khususnya yang berkaitan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor koperasi dan UMKM terdampak Covid-19.
"Kita harus lebih hati-hati lagi, meski tahun ini sudah meraih opini WTP. Terlebih, Presiden sudah meminta untuk mempercepat belanja di 2020, dan realisasi program PEN untuk mempercepat stimulus ekonomi," tandas Teten.
Menurut Teten, tahun ini di awal sudah mulai refocusing program-program KemenkopUKM, tambahan program baru, yang membutuhkan transparansi dan akuntabilitas. ( Baca juga:Yasonna Targetkan 70% Satker Kememkumkan Dapat Predikat Bebas Korupsi )
"Saya berharap tahun 2020 ini pun kita bisa mempertahankan opini WTP tersebut," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Senin (3/8/2020).
Hanya saja, Teten mengakui, meski sudah meraih opini WTP, tahun 2020 merupakan tahun yang berat. Salah satunya karena adanya program-program baru, khususnya yang berkaitan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor koperasi dan UMKM terdampak Covid-19.
"Kita harus lebih hati-hati lagi, meski tahun ini sudah meraih opini WTP. Terlebih, Presiden sudah meminta untuk mempercepat belanja di 2020, dan realisasi program PEN untuk mempercepat stimulus ekonomi," tandas Teten.
Menurut Teten, tahun ini di awal sudah mulai refocusing program-program KemenkopUKM, tambahan program baru, yang membutuhkan transparansi dan akuntabilitas. ( Baca juga:Yasonna Targetkan 70% Satker Kememkumkan Dapat Predikat Bebas Korupsi )
Lihat Juga :