Profil Defend ID, BUMN Pertahanan yang Dituding Ekspor Senjata Ilegal ke Myanmar

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 13:56 WIB
loading...
Profil Defend ID, BUMN...
Profil Defend ID, perusahaan BUMN yang dituding ekspor senjata ilegal ke Myanmar. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Holding BUMN Industri Pertahanan atau Defend ID menyatakan tidak pernah melakukan ekspor produk industri pertahanan secara ilegal ke Myanmar. Pernyataan tersebut dirilis setelah anak usaha dituding mengirimkan beberapa jenis alat pertahanan dan keamanan atau alpalhankam ke Negeri Tanah Emas tersebut.

Atas tudingan itu, Defend ID dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perihal pelanggaran regulasi Indonesia serta perjanjian Internasional pada 2 Oktober 2023.

"Defend ID selalu patuh dan berpegang teguh pada regulasi yang berlaku termasuk kebijakan politik luar negeri Indonesia," ujar Direktur Utama Defend ID, Bobby Rasyidin, dikutip Jumat (6/10/2023).

Profil Defend ID

BUMN Industri Pertahanan merupakan holding yang dibentuk dan diresmikan Kementerian BUMN pada Januari 2022 lalu. Pendiriannya ditandai dengan penyerahan aset (inbreng) empat perusahaan pelat merah di sektor pertahanan kepada PT Len Industri (Persero) yang ditunjuk sebagai induk holding.

Baca Juga: Belum Setahun Berdiri, Holding BUMN Pertahanan Punya Utang Jumbo Rp 15,97 Triliun

Proses inbreng didasari pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Len industri yang diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 12 Januari 2022.

Adapun struktur Defend ID terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding. Sementara anggota holding, PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, PT PAL Indonesia (Persero), dan PT Dahana. Holding pun ditargetkan diluncurkan akhir Januari 2022.

Alasan penunjukan Len sebagai induk holding didasarkan pada pertimbangan jaringan bisnis perusahaan yang mencakup seluruh bidang pertahanan.

Bobby mengatakan, Len mampu mengintegrasikan teknologi antar sektor dan memiliki kapabilitas di bidang command, control, communication, computer, cyber, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C5ISR) sebagai interoperability dan brain system untuk semua platform berbasis elektronika.

Baca Juga: Target Meleset, Defend ID Catat Pendapatan Rp19,7 Triliun di 2022

Alasan lainnya karena posisi Len yang strategis dan tidak condong pada satu matra, melainkan mampu mengakomodir dan mengintegrasikan ketiga matra, yaitu darat, laut, dan udara. Selain itu, Len juga dinilai telah berpengalaman sebagai induk dalam mengelola empat anak perusahaannya.

Pembentukan holding dipilih sebagai opsi konsolidasi paling optimal dibanding dengan opsi peleburan. Opsi ini dipilih dengan memperhitungkan faktor peningkatan pendapatan, penghematan biaya, optimalisasi modal, reputasi brand, proses dan waktu pendirian, kontrol, dilusi, disrupsi operasional dan peraturan.

"Konsolidasi melalui holding dengan nama Defend ID merupakan solusi untuk mempercepat kemandirian industri pertahanan Indonesia karena dapat menyeimbangkan faktor penciptaan nilai dan faktor kemudahan implementasi," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Rekomendasi
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Ronaldo Tulis Sejarah...
Ronaldo Tulis Sejarah di Piala Dunia yang Sulit Disamai Messi
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Infografis
7 Negara Barat yang...
7 Negara Barat yang Terus Memasok Senjata ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved