Menko Airlangga Minta Target TEI Tahun Ini Harus Lebih dari Rp248 Triliun
Rabu, 18 Oktober 2023 - 22:30 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto menaikkan target transaksi di TEI 2023. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kondisi global saat ini telah memberikan pengaruh terhadap kinerja ekspor , meski Indonesia masih tetap mampu menunjukkan resiliensi. Neraca perdagangan terus menunjukkan surplus selama 41 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga September 2023.
Baca juga: Kaesang Pangarep Temui Airlangga Hartarto di DPP Golkar, Ada Apa?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga resiliensi perekonomian nasional. Salah satunya melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Peningkatan Ekspor.
“Kepemimpinan Presidensi G20 Keketuaan ASEAN, dua momentum bagi Indonesia untuk mendapatkan kepercayaan internasional yang telah membuktikan kredibilitas Indonesia,” ungkap Airlangga di ajang Trade Expo Indonesia ke-38 tahun 2023 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (18/10/2023).
Menurut Airlangga, dengan posisi yang semakin diperhitungkan, Indonesia harus berani mengambil pilihan kebijakan, contohnya kebijakan hilirisasi Sumber Daya Alam. Penutupan keran ekspor biji nikel sejak tahun 2020 terbukti telah menghasilkan nilai tambah ekspor nikel USD33 miliar atau sekitar Rp514 triliun pada tahun 2022.
Baca juga: Kaesang Pangarep Temui Airlangga Hartarto di DPP Golkar, Ada Apa?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga resiliensi perekonomian nasional. Salah satunya melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Peningkatan Ekspor.
“Kepemimpinan Presidensi G20 Keketuaan ASEAN, dua momentum bagi Indonesia untuk mendapatkan kepercayaan internasional yang telah membuktikan kredibilitas Indonesia,” ungkap Airlangga di ajang Trade Expo Indonesia ke-38 tahun 2023 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (18/10/2023).
Menurut Airlangga, dengan posisi yang semakin diperhitungkan, Indonesia harus berani mengambil pilihan kebijakan, contohnya kebijakan hilirisasi Sumber Daya Alam. Penutupan keran ekspor biji nikel sejak tahun 2020 terbukti telah menghasilkan nilai tambah ekspor nikel USD33 miliar atau sekitar Rp514 triliun pada tahun 2022.
Lihat Juga :