Mendorong Kinerja Ekspor Perdagangan Indonesia lewat Integrasi SRG dan PLK
Senin, 23 Oktober 2023 - 14:13 WIB
loading...
Seminar tersebut merupakan bagian dari peran aktif Bappebti dalam mendorong ekspor pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 2023 pada Kamis (19/10) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. Foto/Dok
A
A
A
TANGERANG - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti ) berkomitmen untuk menguatkan integrasi Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) dalam upaya mendorong kesejahteraan petani dan kinerja ekspor Indonesia . Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan SRG dan PLK Heryono Hadi Prasetyo pada Seminar “Penguatan Integrasi SRG dengan PLK dalam Mendorong Kinerja Perdagangan di Indonesia”.
Baca Juga: Menko Airlangga Minta Target TEI Tahun Ini Harus Lebih dari Rp248 Triliun
Seminar tersebut merupakan bagian dari peran aktif Bappebti dalam mendorong ekspor pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 2023 pada Kamis (19/10) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.
“Saat ini adalah momentum untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Integrasi SRG dan PLK diharapkan dapat memberikan keuntungan untuk semua pihak. Petani dan pelaku usaha untung, pengelola gudang untung, dan perbankan juga untung. Dengan demikian, integrasi tersebut dapat mendorong kinerja perdagangan di Indonesia,” tegas Heryono.
Heryono menambahkan, dalam mendorong optimalisasi SRG, pengelolaan gudang SRG harus profesional. Gudang SRG yang dikelola secara profesional akan berdampak positif bagi rantai pasok komoditas ke luar negeri.
Baca Juga: ICDX Resmi Ditunjuk Bappebti Jadi Bursa CPO
Di samping itu, Bappebti telah memetakan komoditas-komoditas yang dapat diekspor melalui gudang SRG. Seperti, rumput laut, ikan, dan kopi. Ekspor yang telah berjalan terbukti memberikan keuntungan untuk petani dan pelaku usaha, pengelola gudang SRG, dan perbankan.
Berdasarkan data Bappebti, terdapat delapan gudang SRG untuk mengekspor rumput laut, empat gudang SRG untuk mengekspor ikan, dan empat gudang SRG untuk mengekspor kopi. Gudang SRG ekspor tersebut berlokasi di Tangerang, Makassar, Luwu Timur, Probolinggo, Tegal, Takalar, Aceh Tengah, dan Subang. Heryono berharap, ke depannya akan aktif gudang SRG ekspor di wilayah- wilayah lain.
Baca Juga: Menko Airlangga Minta Target TEI Tahun Ini Harus Lebih dari Rp248 Triliun
Seminar tersebut merupakan bagian dari peran aktif Bappebti dalam mendorong ekspor pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 2023 pada Kamis (19/10) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.
“Saat ini adalah momentum untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Integrasi SRG dan PLK diharapkan dapat memberikan keuntungan untuk semua pihak. Petani dan pelaku usaha untung, pengelola gudang untung, dan perbankan juga untung. Dengan demikian, integrasi tersebut dapat mendorong kinerja perdagangan di Indonesia,” tegas Heryono.
Heryono menambahkan, dalam mendorong optimalisasi SRG, pengelolaan gudang SRG harus profesional. Gudang SRG yang dikelola secara profesional akan berdampak positif bagi rantai pasok komoditas ke luar negeri.
Baca Juga: ICDX Resmi Ditunjuk Bappebti Jadi Bursa CPO
Di samping itu, Bappebti telah memetakan komoditas-komoditas yang dapat diekspor melalui gudang SRG. Seperti, rumput laut, ikan, dan kopi. Ekspor yang telah berjalan terbukti memberikan keuntungan untuk petani dan pelaku usaha, pengelola gudang SRG, dan perbankan.
Berdasarkan data Bappebti, terdapat delapan gudang SRG untuk mengekspor rumput laut, empat gudang SRG untuk mengekspor ikan, dan empat gudang SRG untuk mengekspor kopi. Gudang SRG ekspor tersebut berlokasi di Tangerang, Makassar, Luwu Timur, Probolinggo, Tegal, Takalar, Aceh Tengah, dan Subang. Heryono berharap, ke depannya akan aktif gudang SRG ekspor di wilayah- wilayah lain.
Lihat Juga :