KPR Tetap Jadi Pilihan Utama bagi Masyarakat yang Ingin Membeli Rumah
Selasa, 24 Oktober 2023 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, tingkat penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal II-2023 secara tahunan masih rendah, dengan kontraksi 12,30% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 8,26% (yoy).
Salah satunya disebabkan oleh tingkat suku bunga KPR. Walaupun demikian, jenis pembiayaan yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan pembelian rumah primer adalah KPR.
Bank Indonesia mencatat, kredit pemilikan rumah perbankan mencapai Rp663,6 triliun pada semester I-2023 atau bertumbuh 10,1% YoY. KPR tercatat menyumbang 35% terhadap total kredit konsumer perbankan yang tercatat mencapai Rp1.895,3 triliun atau meningkat 9,1%.
Sementara itu, jenis pembiayaan yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan pembelian rumah primer adalah mayoritas adalah KPR (76,02%). Disusul pembelian tunai bertahap (17,25%), dan pembelian tunai (6,73%).
Mendongkrak penjualan properti, Bank Indonesia memberikan insentif pengurangan giro wajib minimum atau GWM sebesar 0,5% bila penyaluran kreditnya tumbuh 3-7%, dan jika mampu di atas 7% mendapatkan pengurangan hingga 0,6%. Bank-bank akan memanfaatkan insentif tersebut untuk lebih gencar menawarkan KPR.
Secured Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Yenny Frisca, mengatakan, pihaknya memahami kebutuhan masyarakat terhadap hunian impian. Namun terhalang oleh harga dan tingkat suku bunga yang relatif tinggi.
Perbankan memang tetap harus berhati-hati di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.
Salah satunya disebabkan oleh tingkat suku bunga KPR. Walaupun demikian, jenis pembiayaan yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan pembelian rumah primer adalah KPR.
Bank Indonesia mencatat, kredit pemilikan rumah perbankan mencapai Rp663,6 triliun pada semester I-2023 atau bertumbuh 10,1% YoY. KPR tercatat menyumbang 35% terhadap total kredit konsumer perbankan yang tercatat mencapai Rp1.895,3 triliun atau meningkat 9,1%.
Sementara itu, jenis pembiayaan yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan pembelian rumah primer adalah mayoritas adalah KPR (76,02%). Disusul pembelian tunai bertahap (17,25%), dan pembelian tunai (6,73%).
Mendongkrak penjualan properti, Bank Indonesia memberikan insentif pengurangan giro wajib minimum atau GWM sebesar 0,5% bila penyaluran kreditnya tumbuh 3-7%, dan jika mampu di atas 7% mendapatkan pengurangan hingga 0,6%. Bank-bank akan memanfaatkan insentif tersebut untuk lebih gencar menawarkan KPR.
Secured Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Yenny Frisca, mengatakan, pihaknya memahami kebutuhan masyarakat terhadap hunian impian. Namun terhalang oleh harga dan tingkat suku bunga yang relatif tinggi.
Perbankan memang tetap harus berhati-hati di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.
Lihat Juga :