Ekonomi RI Kontraksi Minus 5,32%, Masuk Jurang Resesi?

loading...
Ekonomi RI Kontraksi Minus 5,32%, Masuk Jurang Resesi?
Ekonomi RI resmi minus 5,32%. Foto/Dok/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan secara resmi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 terjadi kontraksi minus 5,32%.

Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan kontraksi tersebut belum menunjukkan bahwa ekonomi RI Masuk jurang resesi. Pasalnya masih ditopang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 yang tumbuh positif mencapai 2,97%.

"Walaupun kita mengalami pertumbuhan minus pada triwulan kedua tetapi kita secara formal belum disebut resesi," kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Terparah Sejak Tahun 1999

Dia melanjutkan definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua triwulan berturut-turut. Namun demikian, pada triwulan pertama pertumbuhan ekonomi RI masih positif 2,97%. Jadi pemerintah memiliki waktu agar ekonomi pulih di kuartal III/2020.



"Jadi walaupun triwulan kedua negatif. Kita belum masuk kategori resesi. Kita baru disebut mengalami resesi nanti apabila pada bulan oktober, bps kembali merilis angka pertumbuhan negatif dan kita bisa genjot di kuartal ketiga," jelasnya.

Baca Juga: Ekonomi RI Ambyar Minus 5,32%, Ini Biang Keroknya!

Saat ini semua pulau di Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi. Diantaranya pulau Jawa dan Sumatera yang menyumbang pertumbuhan ekonomi negatif.
(nng)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top