Ekonomi RI Kontraksi Minus 5,32%, Masuk Jurang Resesi?
Rabu, 05 Agustus 2020 - 12:28 WIB
loading...
Ekonomi RI resmi minus 5,32%. Foto/Dok/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan secara resmi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 terjadi kontraksi minus 5,32%.
Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan kontraksi tersebut belum menunjukkan bahwa ekonomi RI Masuk jurang resesi. Pasalnya masih ditopang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 yang tumbuh positif mencapai 2,97%.
"Walaupun kita mengalami pertumbuhan minus pada triwulan kedua tetapi kita secara formal belum disebut resesi," kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Terparah Sejak Tahun 1999
Dia melanjutkan definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua triwulan berturut-turut. Namun demikian, pada triwulan pertama pertumbuhan ekonomi RI masih positif 2,97%. Jadi pemerintah memiliki waktu agar ekonomi pulih di kuartal III/2020.
Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan kontraksi tersebut belum menunjukkan bahwa ekonomi RI Masuk jurang resesi. Pasalnya masih ditopang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 yang tumbuh positif mencapai 2,97%.
"Walaupun kita mengalami pertumbuhan minus pada triwulan kedua tetapi kita secara formal belum disebut resesi," kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (5/8/2020).
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Terparah Sejak Tahun 1999
Dia melanjutkan definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua triwulan berturut-turut. Namun demikian, pada triwulan pertama pertumbuhan ekonomi RI masih positif 2,97%. Jadi pemerintah memiliki waktu agar ekonomi pulih di kuartal III/2020.
Lihat Juga :