Indonesia Diragukan Mampu Kelola Sendiri Tambang Freeport

Sabtu, 02 September 2017 - 15:15 WIB
Indonesia Diragukan...
Indonesia Diragukan Mampu Kelola Sendiri Tambang Freeport
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencapai kesepakatan dengan PT Freeport Indonesia, dimana salah satunya adalah memperpanjang izin operasi Freeport hingga 2041, jika persyaratan divestasi 51% saham dan pembanguman smelter dilaksanakan.

Banyak yang mempertanyakan, mengapa repot-repot bernegosiasi dengan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut, ketimbang membiarkan kontrak Freeport berakhir 2021 dan tidak lagi diperpanjang.

(Baca Juga: Cerita Alotnya Proses Negosiasi Pemerintah dengan Freeport )

Menteri ESDM Ignasius Jonan tak menampik, pemerintah bisa saja memilih cara tidak memperpanjang kontrak Freeport yang akan berakhir 2021. Namun, dirinya masih tak yakin dengan kemampuan Indonesia dalam mengelola sendiri tambang Grasberg di Papua.

"Bisa saja (tak diperpanjang), tapi dalam KK (Kontrak Karya) itu Freeport juga dapat mengajukan perpanjangan, itu juga ada di Undang-undang (UU) kok. Pertanyaannya, apakah setelah 2021 kita mampu mengelola ini?," katanya seperti dikutip dalam laman resmi esdm.go.id di Jakarta, Sabtu (2/9/2017).

(Baca Juga: Freeport Lepas Saham 51%, Jonan Bantah Ada Upaya Nasionalisasi )

Menurutnya, perlu transisia apabila Indonesia menginginkan untuk mengelola sendiri tambang Freeport pada 2021. Terlebih, tambang Grasberg memiliki kompelsitas yang tinggi.

"Jawaban saya, saya kira ini perlu transisi. Secara teknis, engineering, pengelolaan tambang yang begitu kompleks di Mimika perlu transisi. Dalam konteks memiliki 51%, saya kira ini transisi yang sangat baik," imbuh dia.

Masih menurut Jonan, industri tambang di Indonesia belum ada yang bisa mengelola tambang Freeport. Sejauh ini, tidak ada bukti Indonesia bisa melakukannya. "Enggak ada bukti sebelumnya, referensinya apa? Kita lihat, tambang besar kita apa di bidang minerba? Misalnya Antam. Antam tidak pernah mengelola yang sekompleks itu. Kalau kita ambil alih namun gagal, ini persoalan besar," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
4 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
5 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved