Pajaki Gas Rusia, Petinggi Bulgaria Berniat Gembosi Mesin Perang Putin

Selasa, 31 Oktober 2023 - 12:22 WIB
loading...
A A A
Secara historis, Bulgaria adalah sebuah negara dengan ikatan kuat dengan Rusia, namun Bulgaria telah berjanji untuk mengurangi ketergantungannya pada Moskow setelah bertahun-tahun hampir sepenuhnya bergantung pada gas Rusia, minyak dan bahan bakar nuklir.

Bulgaria merupakan salah satu negara anggota Uni Eropa pertama yang terputus dari pasokan Rusia setelah Ukraina diinvasi mulai tahun lalu. Demi melepas diri dari energi Rusia, mereka mendorong percepatan proyek yang telah lama tertunda untuk mengamankan impor dari Azerbaijan dan terminal gas cair regional di Yunani dan Turki.

Denkov juga berjanji untuk meningkatkan dukungan militer kepada Ukraina setelah beberapa kabinet sementara masih ragu-ragu. Sebagai produsen utama amunisi gaya Soviet, Bulgaria sekarang ingin memperluas kapasitas produksinya, kata perdana menteri.

Bulgaria juga bagian dari inisiatif bersama negara-negara anggota NATO di kawasan Laut Hitam, bersama dengan Rumania dan Turki, untuk mendirikan misi pembersihan ranjau, yang diharapkan Denkov akan "segera" dikerahkan.

"Ya, saya prihatin" tentang agresi Rusia di Eropa timur, katanya. Kremlin "mencari pemulihan kekuatan Uni Soviet, Kekaisaran Rusia. Dan dalam dua entitas ini, Bulgaria selalu menjadi perhatian utama."
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Berita Terkini
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved