Semester I/2020, Mandiri Tunas Finance Salurkan Pembiayaan Rp8,84 T
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan, total piutang pembiayaan yang disalurkan MTF selama periode semester I/2020 sebesar Rp16,22 triliun, turun 4,74% sejalan dengan adanya penurunan pembiayaan. Sementara total pendapatan yang diperoleh MTF selama semester I/2020 mencapai Rp1,47 triliun, turun 10,40% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp1,64 triliun, sejalan dengan penurunan pembiayaan dan pelaksanaan restrukturisasi.
"Penurunan pendapatan ini antara lain dikarenakan adanya restrukturisasi pembiayaan senilai lebih dari Rp12 triliun berupa penundaan angsuran selama 6 bulan," jelasnya.
Kendati demikian, dalam periode semester I/2020, MTF mencatatkan laba operasional sebesar Rp371,78 miliar. Armendra menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh seluruh dunia usaha, tak terkecuali MTF. "Namun kami telah meminimalisir dampak tersebut dengan melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan efisiensi secara maksimal pada beban biaya perusahaan," tuturnya.
MTF menurutnya juga tetap memastikan agar likuiditas tetap terjaga baik, dimana keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran masih positif. Dengan begitu, perusahaan masih tetap mampu memenuhi kewajiban finansial kepada kreditur atau pihak terkait. "Sejauh ini, risiko likuiditas Perseroan dapat dikelola dengan baik karena kami memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Bank Mandiri melalui skema pembiayaan bersama," tambahnya.
(Baca Juga: Tambah Modal Kerja, MTF Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun)
"Penurunan pendapatan ini antara lain dikarenakan adanya restrukturisasi pembiayaan senilai lebih dari Rp12 triliun berupa penundaan angsuran selama 6 bulan," jelasnya.
Kendati demikian, dalam periode semester I/2020, MTF mencatatkan laba operasional sebesar Rp371,78 miliar. Armendra menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh seluruh dunia usaha, tak terkecuali MTF. "Namun kami telah meminimalisir dampak tersebut dengan melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan efisiensi secara maksimal pada beban biaya perusahaan," tuturnya.
MTF menurutnya juga tetap memastikan agar likuiditas tetap terjaga baik, dimana keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran masih positif. Dengan begitu, perusahaan masih tetap mampu memenuhi kewajiban finansial kepada kreditur atau pihak terkait. "Sejauh ini, risiko likuiditas Perseroan dapat dikelola dengan baik karena kami memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Bank Mandiri melalui skema pembiayaan bersama," tambahnya.
(Baca Juga: Tambah Modal Kerja, MTF Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun)
Lihat Juga :