Demi Menghukum Rusia, Bisnis Uni Eropa Sudah Kehilangan Rp4.147 Triliun

Senin, 13 November 2023 - 07:29 WIB
loading...
A A A
"Kami memahami betul bahwa sanksi yang dikenakan terhadap kami tidak akan hilang di masa mendatang, dan bahkan dalam jangka panjang. Kita tidak membutuhkan ini, bukan karena kita memilih isolasionisme atau swasembada. Namun Barat memutuskan untuk menghancurkan ekonomi dunia demi memberi pelajaran kepada Rusia," kata Lavrov seperti dilansir RT.

Ditekankan juga oleh Lavrov, bahwa Rusia akan bergantung secara eksklusif pada dirinya sendiri di bidang-bidang strategis. Menurut Lavrov, negara itu sekarang sedang membangun koridor transportasi baru dan rantai pasokan yang akan berada "di luar kendali pengaruh jahat" dari Barat.

Banyak ekonom di seluruh dunia telah berulang kali menekankan bahwa sanksi Barat telah gagal mencapai tujuan untuk mendestabilisasi Rusia dan ekonominya. Sementara ekonomi Rusia yang awalnya mengalami penurunan sebagai akibat dari pembatasan tahun lalu, sekarang sebagian besar telah pulih setelah mengalihkan perdagangan ke Timur, menurut Kementerian Keuangan.

Sejauh ini, Uni Eropa telah memperkenalkan 11 paket sanksi terhadap Rusia atas operasi militernya di Ukraina. Jumlah pembatasan telah mencapai puluhan ribu, meskipun para pejabat di Uni Eropa dan AS telah berulang kali mengakui bahwa dampak negatif dari sanksi terhadap Rusia belum signifikan seperti yang diharapkan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Berita Terkini
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved