Demi Menghukum Rusia, Bisnis Uni Eropa Sudah Kehilangan Rp4.147 Triliun

Senin, 13 November 2023 - 07:29 WIB
loading...
Demi Menghukum Rusia,...
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan, Barat memutuskan untuk menghancurkan ekonomi dunia demi memberikan pelajaran kepada Rusia. Foto/Dok RT
A A A
MOSKOW - Bisnis Uni Eropa (UE) telah kehilangan setidaknya USD266,6 miliar atau setara Rp4.147 triliun (Rp15.556 per USD) akibat dari sanksi besar-besaran yang dijatuhkan kepada Moskow. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada tengah pekan kemarin.

Menurutnya hal itu merupakan, perkiraan yang sangat konservatif dari kerusakan yang ditimbulkan Barat pada bisnisnya sendiri selama satu setengah tahun terakhir usai memperkenalkan sanksi sepihak.

Baca Juga: Menkeu Rusia: Sanksi Ekonomi Jadi Pertanda Kelemahan Barat

Diterangkan oleh Kementerian Luar Negeri bahawa omzet perdagangan Rusia dan UE pada tahun 2022 mencapai USD200 miliar, namun pada akhir 2023 diproyeksikan turun jauh menjadi kurang dari USD100 miliar.

Dalam perkiraan terbaru dari Kementerian, menunjukkan bahwa perdagangan timbal balik antara Rusia dan negara-negara anggota Uni Eropa, pada 2013 yang berjumlah USD417 miliar, seharusnya bisa mencapai USD700 miliar tahun ini jika bukan karena sanksi.

Baca Juga: Digempur Sanksi Barat, Kremlin Terkejut dengan Pertumbuhan Ekonomi Rusia

Berbicara pada pertemuan dengan para kepala misi diplomatik terkait Ukraina di Moskow, Lavrov mengatakan, bahwa ketika Uni Eropa tidak menunjukkan tanda-tanda membalikkan kebijakannya, Rusia menciptakan mekanisme perdagangan independen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved