Panen Raya Tahun Depan Diramal Molor, Bagaimana Harga Beras?
Senin, 13 November 2023 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
"Karena musim hujan baru di November kemungkinan terlambat sekitar 20-an hari, karena baru November kira-kira nanti tanam serempaknya perhitungan saya di Desember, tanam dalam luasan besar," lanjut Dwi Andreas.
Baca Juga: Komisi I DPR Setujui Jenderal Agus Subiyanto Jadi Panglima TNI
Lalu bagaimana dengan harga beras? Dwi Andreas menilai kemunduran musim panen raya itu tidak akan berdampak banyak terhadap pembentukan harga beras di pasar. Sebab, Pemerintah telah mengantisipasi dengan melakukan impor beras secara masif.
"Seharusnya seperti itu (harga beras naik), tapi yang terjadi saat ini anomali, saya melihat dari survey AP2TI, harga gabah di tingkat usaha tani saat ini mulai turun, padahal gabah di tingkat petani jarang, kalau turun saya pastikan harga beras akan turun," jelasnya.
Sekedar informasi, Pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menambah kuota impor sebanyak 2 juta ton pada awal tahun 2024 mendatang. Hal itu bertujuan untuk menekan harga beras di pasar, mengantisipasi kenaikan harga apabila produksi padi petani turun.
Baca Juga: Komisi I DPR Setujui Jenderal Agus Subiyanto Jadi Panglima TNI
Lalu bagaimana dengan harga beras? Dwi Andreas menilai kemunduran musim panen raya itu tidak akan berdampak banyak terhadap pembentukan harga beras di pasar. Sebab, Pemerintah telah mengantisipasi dengan melakukan impor beras secara masif.
"Seharusnya seperti itu (harga beras naik), tapi yang terjadi saat ini anomali, saya melihat dari survey AP2TI, harga gabah di tingkat usaha tani saat ini mulai turun, padahal gabah di tingkat petani jarang, kalau turun saya pastikan harga beras akan turun," jelasnya.
Sekedar informasi, Pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menambah kuota impor sebanyak 2 juta ton pada awal tahun 2024 mendatang. Hal itu bertujuan untuk menekan harga beras di pasar, mengantisipasi kenaikan harga apabila produksi padi petani turun.
(fjo)
Lihat Juga :