alexa snippet

Rupiah Mendatar saat Dolar AS Masih Melemah

Rupiah Mendatar saat Dolar AS Masih Melemah
Rupiah hari ini dibuka variatif. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di pasar spot, Senin (20/11/2017) nyaris mendatar. Kurs rupiah di indeks Bloomberg dibuka menguat 14 poin atau 0,10% di level Rp13.517 per USD.

Namun pada pukul 10.02 WIB, rupiah berbalik stagnan alias mendatar seperti penutupan perdagangan Jumat di level Rp13.531 per USD. Tidak adanya agenda ekonomi penting di dalam negeri menjadi penyebab rupiah mendatar.

Sementara itu, indeks Yahoo Finance mencatat rupiah dibuka melemah 2 poin di level Rp13.525 per USD, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat di level Rp13.523 per USD. Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan Senin (20/11) berada di level Rp13.530 per USD, terapresiasi 5 poin dari posisi Jumat yang ditutup di level Rp13.535 per USD.

Adapun data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang NKRI pada Senin ini dipatok Rp13.529 per USD, terdepresiasi 12 poin dari waktu Jumat di Rp13.517 per USD.

Seperti diutarakan di atas, tidak adanya sentimen positif di dalam negeri, membuat rupiah gagal mengambil cuan atas melemahnya USD. Melansir dari CNBC, Senin (20/11), indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingan utama berada di level 93,927. Dimana sebelumnya, USD berada di level 93,402 pada akhir pekan lalu. Ini merupakan tingkat terendah USD dalam waktu sekitar satu bulan.

Posisi ini membuat dolar menguat 0,1% terhadap yen Jepang di 112,08 yen, dimana sebelumnya berada di level 111,89 yen. Dolar AS telah terbebani akhir-akhir ini oleh keraguan tentang prospek reformasi pajak di Amerika Serikat, yang sejatinya dapat memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top