Kawasan Industri Pupuk di Papua Barat Bakal Sokong Ekonomi Wilayah Timur
Minggu, 26 November 2023 - 09:12 WIB
loading...
Presiden Jokowi saat ground breaking kawasan industri pupuk. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur, memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pupuk di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Langkah itu ditandai dengan kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), pada Kamis lalu (23/11/2023).
Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan Pemerintah Bangun Industri Pupuk di Papua Barat
Presiden mengatakan proyek ini menjadi strategi besar negara dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Nantinya, pabrik pupuk yang dibangun mampu mendukung rencana atau program Provinsi Papua Selatan menjadi lumbung pangan nasional.
"Sudah 40 tahun kita memiliki lima industri pupuk, dan semuanya berada di kawasan barat. Yang kawasan timur, belum ada sama sekali. Ini sebuah rencana besar, saling mendukung, dan kita harapkan tanah Papua akan semakin makmur dan sejahtera," kata Jokowi dikutip Sabtu (25/11/2023).
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan, di kawasan ini akan dibangun pabrik dengan kapasitas produksi pupuk Urea sebesar 1.150.000 ton per tahun serta ammonia 825.000 ton per tahun. Pupuk Indonesia akan terus mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan Pemerintah Bangun Industri Pupuk di Papua Barat
Presiden mengatakan proyek ini menjadi strategi besar negara dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Nantinya, pabrik pupuk yang dibangun mampu mendukung rencana atau program Provinsi Papua Selatan menjadi lumbung pangan nasional.
"Sudah 40 tahun kita memiliki lima industri pupuk, dan semuanya berada di kawasan barat. Yang kawasan timur, belum ada sama sekali. Ini sebuah rencana besar, saling mendukung, dan kita harapkan tanah Papua akan semakin makmur dan sejahtera," kata Jokowi dikutip Sabtu (25/11/2023).
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan, di kawasan ini akan dibangun pabrik dengan kapasitas produksi pupuk Urea sebesar 1.150.000 ton per tahun serta ammonia 825.000 ton per tahun. Pupuk Indonesia akan terus mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional.
Lihat Juga :