Sektor Bisnisnya Terpuruk, Israel Terancam Bangkrut
Kamis, 07 Desember 2023 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kementerian Tenaga Kerja mengatakan bahwa 764.000 warga Israel – 18% dari angkatan kerja – tidak bekerja setelah dipanggil untuk tugas cadangan, dievakuasi dari kota mereka atau terpaksa menjaga anak-anak mereka di rumah karena penutupan sekolah.
Baca Juga: Biaya Perang Israel Bisa Capai Rp821,2 Triliun, Moody's: Merusak Parah Ekonomi
Langkah-langkah ekonomi pun diterapkan oleh Netanyahu dan Smotrich pekan lalu. Berdasarkan ketentuan baru ini, pemerintah akan mendukung perusahaan-perusahaan yang pendapatan bulanannya turun lebih dari 25% akibat perang, antara lain dengan menanggung hingga 22% biaya tetap dan 75% tagihan gaji mereka.
Namun para ahli khawatir bahwa hal ini mungkin tidak cukup jika prospek ekonomi Israel semakin suram. "Sekarang sudah lebih baik, tapi masih sulit untuk mengetahui apakah ini adalah akhir dari cerita," kata Strawczynski. Pihak lain juga berpendapat bahwa paket dukungan tersebut harus disertai dengan pemikiran ulang mengenai prioritas belanja pemerintah.
Pekan lalu, sekelompok 300 ekonom terkemuka Israel meminta Netanyahu dan Smotrich untuk segera "sadar". "Pukulan besar yang dialami Israel memerlukan perubahan mendasar dalam prioritas nasional dan penyaluran kembali dana secara besar-besaran untuk mengatasi kerusakan akibat perang, bantuan kepada para korban dan rehabilitasi perekonomian," tegas mereka dalam sebuah surat terbuka.
Sementara, Netanyahu mengatakan pada Kamis (30/11) lalu bahwa paket dukungan tersebut hanya permulaan. Dia menegaskan bahwa Israel juga akan mengatasi persoalan ekonominya akibat perang. "Kami akan mengalahkan musuh dalam perang militer dan kami juga akan memenangkan perang ekonomi," tandasnya.
Namun, Ketua Start-Up Nation Policy Institute Eugene Kandel, sebuah lembaga pemikir dan salah satu penandatangan surat terbuka para ekonom tadi mengatakan, pemerintah Israel masih belum menunjukkan bahwa mereka memahami gawatnya situasi kali ini. "Anda perlu memiliki fokus yang besar terhadap perang dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap negara dan kepemimpinannya serta berinvestasi dalam ketahanan Israel," cetusnya.
Baca Juga: Biaya Perang Israel Bisa Capai Rp821,2 Triliun, Moody's: Merusak Parah Ekonomi
Langkah-langkah ekonomi pun diterapkan oleh Netanyahu dan Smotrich pekan lalu. Berdasarkan ketentuan baru ini, pemerintah akan mendukung perusahaan-perusahaan yang pendapatan bulanannya turun lebih dari 25% akibat perang, antara lain dengan menanggung hingga 22% biaya tetap dan 75% tagihan gaji mereka.
Namun para ahli khawatir bahwa hal ini mungkin tidak cukup jika prospek ekonomi Israel semakin suram. "Sekarang sudah lebih baik, tapi masih sulit untuk mengetahui apakah ini adalah akhir dari cerita," kata Strawczynski. Pihak lain juga berpendapat bahwa paket dukungan tersebut harus disertai dengan pemikiran ulang mengenai prioritas belanja pemerintah.
Pekan lalu, sekelompok 300 ekonom terkemuka Israel meminta Netanyahu dan Smotrich untuk segera "sadar". "Pukulan besar yang dialami Israel memerlukan perubahan mendasar dalam prioritas nasional dan penyaluran kembali dana secara besar-besaran untuk mengatasi kerusakan akibat perang, bantuan kepada para korban dan rehabilitasi perekonomian," tegas mereka dalam sebuah surat terbuka.
Sementara, Netanyahu mengatakan pada Kamis (30/11) lalu bahwa paket dukungan tersebut hanya permulaan. Dia menegaskan bahwa Israel juga akan mengatasi persoalan ekonominya akibat perang. "Kami akan mengalahkan musuh dalam perang militer dan kami juga akan memenangkan perang ekonomi," tandasnya.
Namun, Ketua Start-Up Nation Policy Institute Eugene Kandel, sebuah lembaga pemikir dan salah satu penandatangan surat terbuka para ekonom tadi mengatakan, pemerintah Israel masih belum menunjukkan bahwa mereka memahami gawatnya situasi kali ini. "Anda perlu memiliki fokus yang besar terhadap perang dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap negara dan kepemimpinannya serta berinvestasi dalam ketahanan Israel," cetusnya.
(fjo)
Lihat Juga :