Bangladesh Berpotensi Jadi Tujuan Utama Ekspor Indonesia

Jum'at, 19 Januari 2018 - 11:21 WIB
Bangladesh Berpotensi...
Bangladesh Berpotensi Jadi Tujuan Utama Ekspor Indonesia
A A A
JAKARTA - Ditunjang jumlah penduduk yang signifikan dan perekonomian yang terus tumbuh, Bangladesh dinilai berpeluang besar menjadi salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia di masa mendatang.

Terkait dengan itu, pemerintah terus mendorong dicapainya kesepakatan perdagangan dengan Bangladesh. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan, saat ini Indonesia dan Bangladesh sepakat merencanakan putaran pertama perundingan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (IB-PTA) pada semester pertama 2018.

"Indonesia dan Bangladesh menyadari besarnya potensi perdagangan yang bisa dimaksimalkan kedua negara. Sebagai negara yang perekonomiannya terus tumbuh serta didukung dengan jumlah penduduk yang signifikan, Bangladesh berpeluang besar menjadi salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia di masa mendatang,” jelas Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo dalam keterangan pers, Jumat (19/1/2018).

Kesepakatan lain yang dicapai, lanjut Iman, yaitu mempercepat penyelesaian Terms of Reference (ToR) Trade Negotiating Committee (TNC) IB-PTA, serta segera membahas draf teks IB-PTA pada pertemuan pendahuluan berikutnya.

Upaya menjalin kerja sama perdagangan dengan Bangladesh ini menurutnya sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara-negara nontradisional, khususnya di kawasan Asia Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan kedua negara pada tahun 2016 mencapai USD1,33 miliar. Neraca perdagangan Indonesia-Bangladesh pada tahun yang sama
menunjukkan surplus bagi Indonesia sebesar USD1,19 miliar.

Bangladesh menempati peringkat ke-23 sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia dengan pangsa sebesar 0,9%, serta menempati urutan ke-63 sebagai negara sumber impor utama Indonesia dengan pangsa sebesar
0,1%.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Bangladesh adalah minyak kelapa sawit dan fraksinya, bubur kayu kimiawi, bangku penumpang untuk kereta atau trem, batu bara, serta kertas dan karton.

Sementara itu, Komoditas impor utama Indonesia dari Bangladesh adalah benang goni, kaus, singlet dan rompi lainnya, karung dan tas, pakaian wanita, serta pakaian laki-laki.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag: Surplus Neraca...
Kemendag: Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Pecahkan Rekor
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Mendag Wajibkan Pelaku...
Mendag Wajibkan Pelaku Ekspor Impor Gunakan Kapal Nasional
Dampak RCEP: Ekspor...
Dampak RCEP: Ekspor Meningkat, Impor Terjaga
Melihat Perbaikan Perdagangan...
Melihat Perbaikan Perdagangan Indonesia di Januari 2021 dari Kacamata Mendag Lutfi
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
8 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
9 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
9 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
9 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
10 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved