Kejar Target Nol Emisi, Indonesia Tetap Butuh Batu Bara Pasca 2060
Jum'at, 15 Desember 2023 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Houthi Sita Kapal Kargo Lalu Memaksanya Menuju ke Yaman
Narasumber lainnya, SVP Pengembangan Batu Bara PLN EPI Eko Yuniarto mengatakan, sampai 2030 permintaan batu bara masih akan tumbuh, menjadi 153 juta ton. Namun, imbuh dia, paralel dengan itu PLN juga menerapkan co-firing menggunakan biomassa sehingga operasional PLTU lebih ramah lingkungan. "Jadi meski demand (batu bara) tumbuh, co-firing juga naik, green energy-nya juga naik," ungkapnya.
Pentingnya peram batu bara sebagai sumber energi yang terjangkau diakui oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Ditjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria. Dia menjelaskan, pemanfaatan energi terbarukan saat ini baru sekitar 2% dari potensi yang ada, jauh di bawah batu bara yang mencapai 42,4%. "Jadi batu bara masih menjadi sumber energi utama, karena potensi batu bara masih sangat besar dibanding sumber energi lainnya," tuturnya.
Tidak hanya sebagai penopang sumber energi nasional, kata Lana, kontribusi batu bara juga cukup besar bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bahkan, kontribusi batu bara merupakan yang terbesar dibandingkan komoditas mineral, seperti emas dan tembaga. "Hingga 11 Desember 2023, PNBP dari royalti batu bara mencapai Rp94,59 triliun melampaui target dalam PNBP 2023 sebesar Rp84,26 triliun," terangnya.
Narasumber lainnya, SVP Pengembangan Batu Bara PLN EPI Eko Yuniarto mengatakan, sampai 2030 permintaan batu bara masih akan tumbuh, menjadi 153 juta ton. Namun, imbuh dia, paralel dengan itu PLN juga menerapkan co-firing menggunakan biomassa sehingga operasional PLTU lebih ramah lingkungan. "Jadi meski demand (batu bara) tumbuh, co-firing juga naik, green energy-nya juga naik," ungkapnya.
Pentingnya peram batu bara sebagai sumber energi yang terjangkau diakui oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Ditjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria. Dia menjelaskan, pemanfaatan energi terbarukan saat ini baru sekitar 2% dari potensi yang ada, jauh di bawah batu bara yang mencapai 42,4%. "Jadi batu bara masih menjadi sumber energi utama, karena potensi batu bara masih sangat besar dibanding sumber energi lainnya," tuturnya.
Tidak hanya sebagai penopang sumber energi nasional, kata Lana, kontribusi batu bara juga cukup besar bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bahkan, kontribusi batu bara merupakan yang terbesar dibandingkan komoditas mineral, seperti emas dan tembaga. "Hingga 11 Desember 2023, PNBP dari royalti batu bara mencapai Rp94,59 triliun melampaui target dalam PNBP 2023 sebesar Rp84,26 triliun," terangnya.
(fjo)
Lihat Juga :