Krisis Utang Mengancam Negara-negara Berpendapatan Rendah, Begini Ramalan Bank Dunia

Rabu, 20 Desember 2023 - 11:33 WIB
loading...
A A A
Bank Dunia memperkirakan bahwa pada akhir 2024, aktivitas ekonomi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah akan menjadi 5% di bawah tingkat pra-pandemi, dengan pertumbuhan selama periode 2020-2024 diproyeksikan berada dalam rata-rata pelemahan lima tahun sejak pertengahan 1990-an.

Pada tahun 2022, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah mencetak rekor dengan membayar USD443 miliar untuk membayar utang luar negeri dan jaminan publik mereka. Angka tersebut naik 5% dari tahun sebelumnya, menurut laporan Bank Dunia. Untuk pembayaran bunga saja, tercatat telah meningkat empat kali lipat selama dekade terakhir.

Sementara itu menurut perkiraan IMF, rata-rata beban utang negara berkembang dan berpenghasilan menengah menuju di atas 78% dari PDB pada tahun 2028, dibandingkan dengan lebih dari 53% satu dekade sebelumnya.

Beberapa negara termiskin di dunia juga menghadapi beban tambahan karena mereka membayar akumulasi utang usai berpartisipasi dalam inisiatif penangguhan layanan utang G20 pada tahun 2020 dan 2021, biaya pastinya, kata Bank Dunia, tidak akan diketahui sampai 2024. "Biayanya tidak akan kecil," kata Gill.

"Negara-negara miskin akan membutuhkan lebih banyak bantuan untuk meringankan utang mereka daripada yang mereka terima sekarang," bebernya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
Utang Pemerintah Tembus...
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Kita Paling Hati-hati di Dunia
Dunia Siaga! Bank Dunia...
Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Status Baru, Tantangan...
Status Baru, Tantangan Lama
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
Rekomendasi
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved