Krisis Utang Mengancam Negara-negara Berpendapatan Rendah, Begini Ramalan Bank Dunia

Rabu, 20 Desember 2023 - 11:33 WIB
loading...
A A A
Pasar obligasi hanya sebagian yang pulih dari aksi jual tajam yang membawa imbal hasil Treasury acuan ke level tertinggi 16 tahun pada Oktober. Efeknya membuat sekitar satu dari empat negara berkembang dalam posisi kesulitan utang.

"Bagi negara-negara miskin, utang telah menjadi beban yang hampir melumpuhkan," kata Gill.

Dia menambahkan, bahwa kenaikan biaya pinjaman merupakan bahaya besar bagi prospek kemajuan tujuan pembangunan global PBB. Kondisi tersebut membutuhkan tindakan cepat dan terkoordinasi oleh pemerintah debitur, kreditor swasta dan resmi serta lembaga keuangan multilateral.

Dalam tiga tahun terakhir saja, ada 18 default berdaulat di 10 negara berkembang termasuk negara-negara seperti Zambia, Sri Lanka dan Ghana – lebih besar dari jumlah yang tercatat dalam dua dekade sebelumnya, menurut Bank Dunia.

Kreditor swasta juga telah menarik diri dari negara-negara berkembang, meninggalkan mereka dengan pilihan pembiayaan yang lebih sedikit. Pada tahun 2022, pinjaman luar negeri baru untuk negara berkembang turun ke level terendah dalam satu dekade.

Kreditor swasta menerima USD185 miliar lebih banyak dalam pembayaran, daripada yang mereka cairkan dalam pinjaman, pertama kalinya sejak 2015 bahwa kreditor swasta menerima lebih banyak dana daripada yang mereka masukkan ke negara-negara berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Status Baru, Tantangan...
Status Baru, Tantangan Lama
Rekomendasi
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved