Wall Street Mendadak Setop Reli, Tiga Indeks Utama Kompak Melemah
Kamis, 21 Desember 2023 - 07:41 WIB
loading...
Bursa saham AS alias Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu (20/12/2023) waktu setempat. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Bursa saham AS alias Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu (20/12/2023) waktu setempat. Hal itu terjadi setelah penurunan mendadak pada sore hari mengakhiri reli mengesankan Wall Street, yang didorong oleh penurunan suku bunga dan sikap dovish Federal Reserve.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 475,92 poin, atau 1,27%, menjadi 37.082, S&P 500 (.SPX) kehilangan 70,02 poin, atau 1,47%, menjadi 4.698,35 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 225,28 poin, atau 1,5% menjadi 14.777,94. Ketiga indeks saham utama AS melemah di akhir sesi dan berakhir 1,3% hingga 1,5% dibawah penutupan hari Selasa.
"Saham-saham mendekati titik tertinggi sepanjang masa, mereka mencapai resistensi," kata Jay Hatfield, manajer portofolio di InfraCap di New York, dan mencatat bahwa penurunan tersebut "sangat dahsyat, segala sesuatunya berubah dari panas menjadi dingin dengan sangat cepat."
“Mengejutkan betapa agresifnya aksi jual ini, namun masuk akal mengingat seberapa jauh kemajuan yang telah kita capai,” tambah Hatfield.
Baca Juga: Ada Jeda Koreksi Usai Reli, Wall Street Dibuka Melemah
Saham FedEx (FDX.N) anjlok 12,1% setelah perusahaan pengiriman paket itu meleset dari perkiraan laba kuartalan dan memangkas perkiraan pendapatan setahun penuh karena berjuang melawan United Parcel Service (UPS.N) dalam musim liburan yang diperkirakan akan lemah. UPS turun 2,9%.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 475,92 poin, atau 1,27%, menjadi 37.082, S&P 500 (.SPX) kehilangan 70,02 poin, atau 1,47%, menjadi 4.698,35 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 225,28 poin, atau 1,5% menjadi 14.777,94. Ketiga indeks saham utama AS melemah di akhir sesi dan berakhir 1,3% hingga 1,5% dibawah penutupan hari Selasa.
"Saham-saham mendekati titik tertinggi sepanjang masa, mereka mencapai resistensi," kata Jay Hatfield, manajer portofolio di InfraCap di New York, dan mencatat bahwa penurunan tersebut "sangat dahsyat, segala sesuatunya berubah dari panas menjadi dingin dengan sangat cepat."
“Mengejutkan betapa agresifnya aksi jual ini, namun masuk akal mengingat seberapa jauh kemajuan yang telah kita capai,” tambah Hatfield.
Baca Juga: Ada Jeda Koreksi Usai Reli, Wall Street Dibuka Melemah
Saham FedEx (FDX.N) anjlok 12,1% setelah perusahaan pengiriman paket itu meleset dari perkiraan laba kuartalan dan memangkas perkiraan pendapatan setahun penuh karena berjuang melawan United Parcel Service (UPS.N) dalam musim liburan yang diperkirakan akan lemah. UPS turun 2,9%.
Lihat Juga :