alexametrics

Harga Minyak Variatif di Saat Dolar AS Melemah

loading...
Harga Minyak Variatif di Saat Dolar AS Melemah
Harga minyak dunia variatif di tengah melemahnya dolar AS. Foto/Reuters
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak pada perdagangan Rabu (14/2/2018) variatif disebabkan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan ekspektasi bahwa melemahnya dolar AS dapat memacu permintaan bahan bakar. Melansir Reuters, namun harga minyak saat ini masih jauh dari harga tertinggi karena imbas kelebihan pasokan akibat meningkatnya produksi minyak AS.

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) turun 2 sen menjadi USD59,17 per barel pada pukul 01:23 GMT. Harga WTI diperdagangkan di atas USD65 per barel pada awal Februari.

Harga minyak mentah Brent International naik 5 sen menjadi USD62,77 per barel. Harga Brent berada di atas USD70 per barel awal bulan ini.

Fluktuasi harga minyak ini imbas melemahnya dolar AS, yang berpotensi memicu permintaan dari negara-negara yang menggunakan mata uang lain--juga didukung pertumbuhan ekonomi yang sehat--untuk mendukung pasar minyak.

Sementara itu, bank Kanada, RBC Capital Markets memperingatkan agar pasar tidak mengabaikan hal fundamental, yaitu kelebihan pasokan yang telah muncul di pasar. The American Petroleum Institute mengatakan pada hari Selasa bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 3,9 juta barel menjadi 422,4 juta.

Persediaan ini seiring melonjaknya produksi minyak mentah AS sebanyak 20% sejak pertengahan 2016. Alhasil produksi minyak Negeri Paman Sam kini mencapai 10 juta barel per hari (bpd). Hal ini melebihi produksi negara eksportir utama minyak seperti Arab Saudi dan Rusia.

Amerika diperkirakan akan terus menggenjot produksinya untuk mengisi pasar ekspor. Apalagi AS sedang meningkatkan produksi di Teluk Meksiko. Lonjakan produksi dan ekspor AS akan membalikkan defisit minyak tahun 2017 yang disebabkan pemangkasan produksi oleh OPEC dan Rusia.

Badan Energi Internasional mengatakan pada hari Selasa, permintaan minyak akan tumbuh sebesar 1,4 juta barel per hari pada 2018, namun Badan menambahkan pertumbuhan produksi ini dapat melampaui permintaan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak