AS Terus Dukung Israel, Intel Tanam Investasi Terbesar Rp382,6 Triliun Buat Bangun Pabrik Chip

Rabu, 27 Desember 2023 - 10:29 WIB
loading...
AS Terus Dukung Israel,...
Pemerintah Israel memberikan restu kepada Intel untuk membangun pabrik chip baru senilai USD25 miliar dengan memberikan hibah USD3,2 miliar atau setara Rp48,9 triliun. Foto/Dok
A A A
YERUSALEM - Pemerintah Israel setuju memberikan hibah USD3,2 miliar atau setara Rp48,9 triliun (Kurs Rp15.305 per USD) kepada Intel (INTC.O) untuk pembangunan pabrik chip baru senilai USD25 miliar yang jika dirupiahkan tembus Rp382,6 Triliun. Rencananya pabrik chip tersebut bakal dibangun di Israel Selatan, untuk menjadi investasi terbesar yang pernah ditanamkan sebuah perusahaan di Negeri Yahudi.

Baca Juga: 3 Negara Pemberi Utang ke Israel, AS Mendominasi

Kepastian investasi tersebut disampaikan ketika Israel masih berperang dengan kelompok militan Palestina Hamas setelah serangan Operasi Badai Al-aqsa pada 7 Oktober, lalu. Hal ini sekaligus mempertontonkan dukungan besar perusahaan asal Amerika Serikat (AS) .

Dana hibah yang dikucurkan pemerintah Israel terjadi pada saat Washington meningkatkan tekanan pada Israel untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk meminimalkan bahaya sipil di Gaza.

Baca Juga: Investasi Asing Ambles 60% di Awal 2023, Ekonomi Israel Sedang Tak Baik-baik Saja?

Saham Intel, yang memiliki sedikitnya kurang 10% dari tenaga kerja globalnya di Israel, dibuka naik 2,73% pada USD49,28 di Nasdaq. Rencana ekspansi di Kiryat Gat, hanya berjarak 42 km (26 mil) dari Gaza yang dikuasai Hamas.

"Ini menjadi bagian penting dari upaya Intel mendorong rantai pasokan global yang lebih tangguh, di samping investasi manufaktur perusahaan yang sedang berlangsung dan direncanakan di Eropa dan Amerika Serikat," kata Intel dalam sebuah pernyataan.

Di bawah CEO Pat Gelsinger, Intel telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pabrik di tiga benua untuk mengembalikan dominasinya dalam pembuatan chip dan lebih bersaing dengan saingannya AMD (AMD. O), Nvidia (NVDA. O) dan Samsung (005930.KS). Pabrik baru di Israel adalah investasi terbaru oleh pembuat chip asal AS dalam beberapa tahun terakhir.

"Dukungan dari pemerintah akan ... memastikan bahwa Israel tetap menjadi pusat global teknologi semikonduktor dan SDM-nya," kata wakil presiden Intel, Daniel Benatar.

Intel sebelumnya telah menerima sekitar USD2 miliar dalam 50 tahun terakhir dalam bentuk hibah Israel pada fasilitas lain.

Wakil Direktur Jenderal Otoritas Investasi Israel, Ofir Yosefi mengatakan, Intel memilih hibah dan tarif pajak yang lebih tinggi daripada tawaran untuk hibah yang lebih sedikit dan tarif pajak rendah.

Dia mengatakan, kepada Reuters bahwa prosesnya memakan waktu berbulan-bulan karena hibah sebesar itu membutuhkan tinjauan dan analisis independen untuk memastikan bahwa itu layak secara ekonomi. Diyakini Israel akan menuai manfaat fiskal dan ekonomi yang jauh lebih tinggi, tambahnya.

"Investasi ini pada saat Israel mengobarkan perang melawan kejahatan total, perang di mana kebaikan harus mengalahkan kejahatan, adalah investasi dalam nilai-nilai yang benar dan bakal membawa kemajuan bagi kemanusiaan," kata Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich.

Investasi Intel akan mengucur lebih dari lima tahun, dan perusahaan bakal membayar tarif pajak sebesar 7,5%, dari sebelumnya 5%. Sementara itu tarif pajak normal sebenarnya mencapai 23%, tetapi di bawah hukum Israel untuk mendorong investasi di daerah pengembangan, perusahaan menerima manfaat besar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Barat Kalah Berani?...
Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Rekomendasi
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Pertama di Dunia, Israel...
Pertama di Dunia, Israel Bangun Pabrik Daging Sintetis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved