alexametrics

Moody's Naikkan Peringkat Utang Indonesia Jadi Baa2

loading...
Moodys Naikkan Peringkat Utang Indonesia Jadi Baa2
Moody's menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dengan outlook stabil. Foto: Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service hari ini meningkatkan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dari sebelumnya Baa3. Moody's juga memperbaiki outlook Indonesia dari positif menjadi stabil.

Berdasarkan laporan Moody's yang dikutip SINDOnews Jumat (13/4/2018), peningkatan peringkat itu didukung oleh meningkatnya kerangka kerja kebijakan yang efektif dan kredibel yang kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

Seiring dengan bertambahnya penyangga finansial, kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati, Moody's yakin ketahanan dan kapsitas Indonesia dalam menghadapi gejolak dari luar semakin membaik. Hasilnya, Moody's menilai peringkat utang Indonesia kini sebanding dengan negara-negara di level Baa2.



Selanjutnya, Moody's berharap fokus kebijakan fiskal dan moneter Indonesia yang beberapa tahun terakhir berkutat dalam upaya mempertahankan stabilitas makroekonomi serta membangun penyangga finansial akan tetap berlanjut.

"Kebijakan-kebijakan ini, serta cadangan finansial yang makin besar akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi gejolak," ungkap Assistant Vice President-Analyst Sovereign Risk Group Moody's Investors Service Singapore Pte. Ltd. Anushka Shah dalam laporan tersebut.

Moody's juga berharap fokus pada kehati-hatian fiskal akan tetap diterapkan Indonesia. Moody's menyatakan, dengan mempertahankan tingkat defisit serta beban utang yang rendah, dikombinasikan dengan pendanaan jangka panjang, akan mengurangi kebutuhan serta risiko pembiayaan.

Moody's juga berharap Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan kebijakannya di bidang moneter yang dinilai mampu menjaga stabilitas makroekonomi.

Sementara, Moody's External Vulnerability Indicator bagi Indonesia, yang mengukur rasio utang jangka panjang yang jatuh tempo tahun depan dan utang janga pendek relatif terhadap cadangan devisa adalah 51,3% untuk 2018. Hal itu mengindikasikan penyangga yang cukup dan kerentanan eksternal yang terbatas.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak