Dilanda Krisis, Moody's Pangkas Prospek Properti China Jadi Negatif

Minggu, 17 September 2023 - 07:28 WIB
loading...
Dilanda Krisis, Moodys...
Moodys memangkas outlook sektor properti China yang sedang dilanda krisis menjadi negatif dari stabil. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Moody's memangkas outlook sektor properti China yang sedang dilanda krisis menjadi negatif dari stabil mengutip tantangan pertumbuhan ekonomi yang menurut lembaga pemeringkat global ini akan mengurangi penjualan meskipun ada dukungan dari pemerintah.

Baca Juga: Krisis Properti China Memburuk, Sino-Ocean Setop Bayar Utang Luar Negeri

Mengutip The Economic Times, Moody's memperkirakan penjualan yang terkontrak akan turun sekitar 5% selama 6 sampai 12 bulan ke depan di China, dan dampak dari langkah-langkah pemerintah untuk mendorong pembelian properti kemungkinan akan berumur pendek dan tidak merata.

Penurunan peringkat tersebut terjadi di tengah-tengah serangkaian gagal bayar utang oleh para pengembang yang kesulitan dana. China Evergrande Group, pengembang properti dengan utang terbesar di dunia, berada di tengah-tengah krisis ini.

Baca Juga: Terkuak, Teknologi Rudal Rusia Diselundupkan ke AS

Krisis ini juga melanda pengembang properti swasta terbesar di China, Country Garden Holdings Co, yang telah berjuang untuk menghindari gagal bayar, setelah mendapatkan persetujuan dari para krediturnya minggu ini untuk memperpanjang jatuh tempo beberapa obligasi dalam negeri.

"Tekanan kredit di Country Garden, yang oleh Moody's diberi peringkat Ca dengan prospek negatif telah memperkuat penghindaran risiko para investor," kata Cedric Lai, seorang analis di agensi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved