Akibat Blokade Houthi, Pendapatan Terusan Suez Anjlok 40%

Minggu, 14 Januari 2024 - 20:28 WIB
loading...
A A A
Terusan Suez merupakan sumber valas utama bagi Mesir. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah negara tersebut telah berusaha keras untuk meningkatkan pendapatan dengan mengizinkan kapal komersial melewatinya. Rute ini diperluas pada tahun 2015, dan perluasan lebih lanjut sedang berlangsung.

Baca Juga: 6 Alasan Houthi Ingin Berperang Melawan Amerika Serikat

Pada bulan Juni, Terusan Suez Mesir membukukan pendapatan tahunan tertinggi sepanjang masa sebesar USD9,4 miliar pada tahun fiskal 2022-2023, naik dari USD7 miliar yang tercatat pada tahun sebelumnya. Saat itu, sebanyak 25.887 kapal yang membawa 1,5 miliar ton kargo melewati rute tersebut, yang merupakan jumlah tertinggi yang pernah tercatat.

Namun, pada akhir tahun lalu, lalu lintas kargo melalui salah satu jalur perdagangan penting dunia turun 28% akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman terhadap kapal komersial di Laut Merah.

Serangan menjadi lebih sering terjadi setelah Houthi melakukan blokade de facto melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Kelompok Houthi menyerang kapal-kapal yang diduga terkait dengan Israel sebagai bentuk solidaritasnya terhadap Palestina.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Beli Minyak Dunia Susah,...
Beli Minyak Dunia Susah, Bahlil Cerita 2 Kargo Indonesia Diminta Putar Balik
Israel Sepakat Guyur...
Israel Sepakat Guyur Mesir dengan Pasokan Gas Terbesar dalam Sejarah, Nilainya Rp563 Triliun
Tak Peduli Negara Asal,...
Tak Peduli Negara Asal, Houthi Bakal Serang Semua Kapal Dagang terkait Israel
Laut Merah Kembali Memanas,...
Laut Merah Kembali Memanas, Houthi Tenggelamkan Kapal Dagang Eternity C
Kapal Kargo Milik Perusahaan...
Kapal Kargo Milik Perusahaan Inggris Dibom Israel di Wilayah Yaman
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
Rekomendasi
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Petinju dengan Pendapatan...
10 Petinju dengan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved