BEI Buka-bukaan Soal Rencana IPO Jumbo Lion Air
Senin, 15 Januari 2024 - 13:17 WIB
loading...
PT Lion Mentari Airlines disebut akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), begini kata Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Lion Mentari Airlines disebut akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering ( IPO ) di Bursa Efek Indonesia (BEI) . Pengelola maskapai Lion Air ini diperkirakan melantai di bursa dengan emisi jumbo senilai USD300 hingga USD500 juta.
Baca Juga: Tahun Politik, 8 Perusahaan Beraset Jumbo di Atas Rp250 Miliar Bakal IPO
Terkait kabar tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bahwa BEI belum menerima dokumen pendaftaran IPO dari Lion Air. “Lion (datanya) belum saya terima,” kata Nyoman saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (15/1/2024).
Hingga saat ini, BEI telah mengantongi sebanyak 26 daftar perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh perusahaan sudah mencatatkan sahamnya di pekan pertama bulan Januari tahun ini.
“Jadi Lion ini saya belum terima ya, kan harinya masih panjang nih. Memang ada 26 perusahaan di pipeline, yang tercatat sudah tujuh. Dari 26 itu lebih banyak dari tahun sebelumnya yang prosesnya masih berlangsung,” tegas Nyoman.
Baca Juga: Tahun Politik, 8 Perusahaan Beraset Jumbo di Atas Rp250 Miliar Bakal IPO
Terkait kabar tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bahwa BEI belum menerima dokumen pendaftaran IPO dari Lion Air. “Lion (datanya) belum saya terima,” kata Nyoman saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (15/1/2024).
Hingga saat ini, BEI telah mengantongi sebanyak 26 daftar perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh perusahaan sudah mencatatkan sahamnya di pekan pertama bulan Januari tahun ini.
“Jadi Lion ini saya belum terima ya, kan harinya masih panjang nih. Memang ada 26 perusahaan di pipeline, yang tercatat sudah tujuh. Dari 26 itu lebih banyak dari tahun sebelumnya yang prosesnya masih berlangsung,” tegas Nyoman.
Lihat Juga :