Wall Street Dibuka Melemah, Data Ritel AS Picu Keraguan Penurunan Suku Bunga
Rabu, 17 Januari 2024 - 22:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Utang Amerika Tembus USD33 Triliun, Miliarder Ini Memperingatkan Soal Krisis
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10-tahun naik lebih dari 4%, membebani saham-saham raksasa seperti Alphabet (GOOGL.O), Amazon.com (AMZN.O), Meta (META.O), yang turun antara 0,6% dan 0,9% dalam perdagangan pra-pasar.
“Bagi The Fed, angka-angka tersebut (penjualan ritel) menimbulkan keraguan lebih lanjut terhadap kemungkinan penurunan suku bunga pertama yang dilakukan pada bulan Maret, kemungkinan penurunan tersebut semakin berkurang,” kata Stuart Cole, kepala ekonom di Equiti Capital di London, dikutip dari Reuters.
Saat ini pelaku pasar masih menanti data produksi industri bulan Desember, yang akan dirilis sebelum pasar dibuka, dan rilis "Beige Book" yang berisi gambaran singkat mengenai perekonomian AS.
Sejumlah pejabat Fed juga diperkirakan akan berbicara pada Rabu. Pernyataan mereka akan menjadi petunjuk mengenai waktu penurunan suku bunga.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10-tahun naik lebih dari 4%, membebani saham-saham raksasa seperti Alphabet (GOOGL.O), Amazon.com (AMZN.O), Meta (META.O), yang turun antara 0,6% dan 0,9% dalam perdagangan pra-pasar.
“Bagi The Fed, angka-angka tersebut (penjualan ritel) menimbulkan keraguan lebih lanjut terhadap kemungkinan penurunan suku bunga pertama yang dilakukan pada bulan Maret, kemungkinan penurunan tersebut semakin berkurang,” kata Stuart Cole, kepala ekonom di Equiti Capital di London, dikutip dari Reuters.
Saat ini pelaku pasar masih menanti data produksi industri bulan Desember, yang akan dirilis sebelum pasar dibuka, dan rilis "Beige Book" yang berisi gambaran singkat mengenai perekonomian AS.
Sejumlah pejabat Fed juga diperkirakan akan berbicara pada Rabu. Pernyataan mereka akan menjadi petunjuk mengenai waktu penurunan suku bunga.
(akr)
Lihat Juga :