Hati-hati! Ancaman Badai PHK Masih Membayangi Industri Tekstil di 2024
Senin, 22 Januari 2024 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya kondisi yang demikian bisa berdampak buruk pada sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Jumlah pengangguran bertambah akibat dampak efisiensi perusahaan yang kehilangan order dan pasar.
"Saya kira tentu mesti ada satu regulasi memperketat masuknya produk impor, pemerintah harus aware menyelamatkan Industri dalam negeri dan meningkatkan daya saing industri kita," kata Rizal.
"Tahun ini cukup berapa bagi industri padat karya, baik itu di TPT, terutama TPT sangat berat, karena produk impor masih luar biasa membanjiri domestik, industri padat karya sulit bersaing," sambungnya.
Selain itu perubahan standar sertifikasi yang diterapkan oleh negara tujuan impor juga harus menjadi perhatian pemerintah. Seperti contoh penerapan EUDR yang melarang barang yang teridentifikasi merusak masuk ke kawasan Eropa.
"Selain itu pemerintah harus respons perubahan kebijakan negara importir, misalnya Amerika akan menerima impor ban apabila bahan baku ramah lingkungan, pemerintah harus merespon kebijakan ini," pungkas Rizal.
"Saya kira tentu mesti ada satu regulasi memperketat masuknya produk impor, pemerintah harus aware menyelamatkan Industri dalam negeri dan meningkatkan daya saing industri kita," kata Rizal.
"Tahun ini cukup berapa bagi industri padat karya, baik itu di TPT, terutama TPT sangat berat, karena produk impor masih luar biasa membanjiri domestik, industri padat karya sulit bersaing," sambungnya.
Selain itu perubahan standar sertifikasi yang diterapkan oleh negara tujuan impor juga harus menjadi perhatian pemerintah. Seperti contoh penerapan EUDR yang melarang barang yang teridentifikasi merusak masuk ke kawasan Eropa.
"Selain itu pemerintah harus respons perubahan kebijakan negara importir, misalnya Amerika akan menerima impor ban apabila bahan baku ramah lingkungan, pemerintah harus merespon kebijakan ini," pungkas Rizal.
(akr)
Lihat Juga :