Mendag Optimis RI Terhindar dari Jurang Resesi, Asalkan...

Rabu, 12 Agustus 2020 - 06:30 WIB
loading...
Mendag Optimis RI Terhindar...
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan penurunan konsumsi domestik menjadi pemicu kontraksi ekonomi pada Kuartal II/2020 akibat pembatasan pergerakan di sejumlah daerah karena pandemi Covid-19. Hal itu tercermin dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi rumah tangga turun mencapai 2,84% year on year (yoy) di Kuartal I/2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 5,02% yoy.

"Pengaruh konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Tak heran jika pertumbuhan ekonomi pun minus," ujar dia melalui keterangan resminya, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: Gubernur BI Sebut Ekonomi RI Bakal Meroket 6,6%, Ini Alasannya

Pihaknya optimistis, apabila konsumsi domestik dapat digenjot maka Indonesia akan terhindar dari jurang resesi ekonomi karena sebelumnya pertumbuhan ekonomi RI minus 5,32% pada Kuartal II/2020. "Salah satu upaya untuk kembali menumbuhkan ekonomi Indonesia adalah dengan meningkatkan konsumsi produk buatan dalam negeri," kata dia.

Menurut dia Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan konsumsi dalam negeri, salah satunya terus menggaungkan program Bangga Buatan Indonesia dengan mengajak masyarakat membeli produk buatan dalam negeri. Apabila program tersebut berhasil dan 267 juta jiwa menggunakan produk dalam negeri atau berbelanja barang-barang lokal bsia dipastikan ekonomi RI akan tumbuh pesat.

Pasalnya, konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek domino bagi penguatan pasar dalam negeri, meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat, termasuk menjamin pendapatan pekerja lokal. Apalagi aneka produk buatan Indonesia seperti batik, tenun, fashion, busana muslim, dan lain sebagainya juga mampu bersaing dengan produk luar.

Baca Juga: Filipina Resmi Masuk Jurang Resesi, RI Tinggal Tunggu Waktu Nih!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Berita Terkini
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved