alexametrics

Rupiah Melorot Pasca BI Naikkan Suku Bunga, Ini Kata Sri Mulyani

loading...
Rupiah Melorot Pasca BI Naikkan Suku Bunga, Ini Kata Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani mengomentari pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), meski BI baru saja menaikkan suku bunga acuan dari 4,25% menjadi 4,5%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan hari ini sempat kembali melorot ke level Rp14.107/USD. Padahal, Bank Indonesia (BI) kemarin baru saja mengeluarkan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate dari 4,25% menjadi 4,5%, dengan harapan rupiah tidak akan terpuruk semakin dalam.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah bersama BI akan terus mencermati perkembangan yang terjadi terhadap mata uang Paman Sam. "Kita dan BI terus mencermati perkembangan yang terjadi dengan mata uang dolar AS, terutama yang memang akan terus mengalami pergerakan di dalam konteks normalisasi kebijakan di AS," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya, pemerintah juga akan terus menjaga pondasi ekonomi Indonesia dari sisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Apalagi, kinerja APBN hingga bulan ini terus menunjukkan perbaikan.

"Hasil dan kinerja sampai Mei menunjukan APBN baik dari sisi pendapatan, perpajakan dan PNBP meningkat sangat signifikan dan belanja negara tetap terjaga dan defisit terus dijaga sesuai UU APBN," imbuh dia.

Menurutnya, kinerja APBN yang terus membaik tersebut bisa menberikan kepastian. Di sisi lain, BI juga telah memiliki bauran kebijakan yang telah disiapkan untuk menjaga stabilitas. Oleh sebab itu, pemerintah bersama BIĀ  akan menjaga perekonomian Indonesia.

"Karena ketidakpastian berasal dari policy berasal dari Amerika baik itu ekonomi maupun dibiidang geopolitik pasti mempengaruhi harga minyak, suku bunga global, maupun mata uang. Maka dengan pondasi makin kuat kita akan tetap jaga supaya ekonomi dan pembagunan tidak terganggu," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak