Pastikan Keberlanjutan, Perusahaan Tambang Mutlak Terapkan ESG
Sabtu, 27 Januari 2024 - 07:54 WIB
loading...
Seminar bertajuk Adaptasi ESG melalui Dekarbonisasi dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati untuk Menyongsong Pertambangan Berkelanjutan yang diinisiasi oleh PT Agincourt Resources, di Jakarta, Jumat (26/1/2024). FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Implementasi aspek Environment, Social and Government (ESG) oleh perusahaan tambang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bukan sekadar polesan untuk memenuhi ketentuan dari pemerintah. Pemenuhan aspek ESG akan ikut menentukan performa perusahaan ke depan.
Hal itu terungkap dalam seminar bertajuk "Adaptasi ESG melalui Dekarbonisasi dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati untuk Menyongsong Pertambangan Berkelanjutan" yang diinisiasi oleh PT Agincourt Resources, di Jakarta, Jumat (26/1/2024).
Dalam seminar tersebut, Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia Jalal mengatakan, perusahaan besar dengan kinerja baik umumnya juga menunjukkan implementasi ESG dengan baik. "Perusahaan-perusahaan ini juga mendapatkan penilaian positif dari lembaga keuangan dan investor yang saat ini memang menjadikan aspek ESG sebagai salah satu dasar penilaian mereka untuk melakukan pembiayaan," ujarnya.
Baca Juga: Berharap Perusahaan Menerapkan ESG
Terkait dengan itu, Jalal mengatakan bahwa tantangan untuk menerapkan ESG ke depan juga akan semakin meningkat. Pasalnya, kriteria-kriteria yang disematkan agar sebuah perusahaan dinilai telah mengimplementasikan ESG secara baik juga semakin berat.
"Sistem pelaporannya juga terus berubah. Jika kita sekarang ini masih menerapkan GRI (Global Reporting Initiative), itu pun belum banyak, ke depan ini akan berubah lagi. Intinya jika ingin mendapat pengakuan global, pelaporan ESG-nya pun mau tidak mau harus mengikuti perkembangan," tuturnya.
Hal itu terungkap dalam seminar bertajuk "Adaptasi ESG melalui Dekarbonisasi dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati untuk Menyongsong Pertambangan Berkelanjutan" yang diinisiasi oleh PT Agincourt Resources, di Jakarta, Jumat (26/1/2024).
Dalam seminar tersebut, Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia Jalal mengatakan, perusahaan besar dengan kinerja baik umumnya juga menunjukkan implementasi ESG dengan baik. "Perusahaan-perusahaan ini juga mendapatkan penilaian positif dari lembaga keuangan dan investor yang saat ini memang menjadikan aspek ESG sebagai salah satu dasar penilaian mereka untuk melakukan pembiayaan," ujarnya.
Baca Juga: Berharap Perusahaan Menerapkan ESG
Terkait dengan itu, Jalal mengatakan bahwa tantangan untuk menerapkan ESG ke depan juga akan semakin meningkat. Pasalnya, kriteria-kriteria yang disematkan agar sebuah perusahaan dinilai telah mengimplementasikan ESG secara baik juga semakin berat.
"Sistem pelaporannya juga terus berubah. Jika kita sekarang ini masih menerapkan GRI (Global Reporting Initiative), itu pun belum banyak, ke depan ini akan berubah lagi. Intinya jika ingin mendapat pengakuan global, pelaporan ESG-nya pun mau tidak mau harus mengikuti perkembangan," tuturnya.
Lihat Juga :