Tak Separah Singapura, Ekonomi RI Terselamatkan Konsumsi Domestik

Rabu, 12 Agustus 2020 - 12:20 WIB
loading...
Tak Separah Singapura,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonomi Singapura resmi masuk ke jurang resesi setelah mencatat minus 42,9% pada kuartal II 2020. Pengamat Ekonomi Josua Pardede mengatakan kontraksi ekonomi negeri Merlion pada kuartal II 2020 utamanya disebabkan oleh penurunan volume perdagangan global, seiring dengan sifat negara Singapura sebagai salah satu hub perdagangan global.

Tercatat bahwa nilai ekspor Singapura mencapai sekitar 176% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sementara nilai impor dapat mencapai 150% dari PDB.

Dengan terhambatnya perdagangan global, tentunya pertumbuhan ekonomi juga akan terhambat dan hal inilah yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Singapura sebesar -13,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan secara resmi terjadi resesi. (Baca juga: Cegah Penyelundupan, Singapura Hancurkan Gading dari 300 Gajah )

"Resesi Singapura ini akan sedikit berdampak pada Indonesia mengingat ekspor Indonesia ke Singapura mencapai 5%-6% total ekspor Indonesia," ujar Josua saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Berbeda dengan negara Singapura, perekonomian Indonesia utamanya tersusun dari konsumsi domestik, yang mencapai lebih dari 50% dari PDB sehingga dampak terhambatnya perdagangan global masih cenderung terbatas bila dibandingkan dengan Singapura. (Baca juga: Kala Budiman 'Berorasi', Yang Belum Diuji Itu Gotong-Royong Mencari Untung )

"Dengan demikian, dalam menjaga perekonomian Indonesia, diperlukan kebijakan-kebijakan dalam menjaga daya beli masyarakat agar kontraksi di perekonomian tidak terlalu dalam," ungkap dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Rekomendasi
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved