Jodohkan BUMN Penerbangan dengan Pariwisata, Maunya Jokowi Apa?
Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, saat dikonfirmasi perihal indikasi untuk menyelamatkan Garuda Indonesia dari tekanan keuangan akibat anjloknya penumpang disaat pandemi, Alvin menyebut, hal itu justru salah kaprah. Kata dia, menyatukan kedua sektor yang sama-sama terpuruk adalah langkah keliru.
"Kalau melakukan itu berarti menjodohkan orang sakit dengan orang sakit. Garuda-nya sakit parah dan pariwisatanya sakit parah, itu nantinya tidak mati bareng tapi keturunannya cacat sejak lahir. Pariwisata dan Garuda sedang marah kalau digabungkan nanti seperti apa?," ujar dia.
Sebelumnya, presiden Jokowi melihat penyebab utama dari terkontraksinya ekonomi Indonesia adalah sektor pariwisata. Oleh karena itu dia berencana melakukan transformasi dengan menggabungkan BUMN di bidang penerbangan dan pariwisata.
Dengan penggabungan BUMN tersebut, Jokowi yakni fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan penerbangan bisa semakin kuat. Jokowi menilai hub penerbangan saat ini di Indonesia terlalu banyak dan tidak merata sebarannya. Dia mencatat setidaknya ada 30 bandara internasional di Indonesia. (Baca: Jokowi Buka Peluang Melebur BUMN Penerbangan dan Pariwisata )
"Apakah diperlukan sebanyak ini? Negara-negara lain saya kira tidak melakukan ini, coba dilihat, dan 90% lalu lintas terpusat hanya di 4 bandara. Artinya kuncinya ada di 4 bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatera Utara," kata Jokowi.
"Kalau melakukan itu berarti menjodohkan orang sakit dengan orang sakit. Garuda-nya sakit parah dan pariwisatanya sakit parah, itu nantinya tidak mati bareng tapi keturunannya cacat sejak lahir. Pariwisata dan Garuda sedang marah kalau digabungkan nanti seperti apa?," ujar dia.
Sebelumnya, presiden Jokowi melihat penyebab utama dari terkontraksinya ekonomi Indonesia adalah sektor pariwisata. Oleh karena itu dia berencana melakukan transformasi dengan menggabungkan BUMN di bidang penerbangan dan pariwisata.
Dengan penggabungan BUMN tersebut, Jokowi yakni fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan penerbangan bisa semakin kuat. Jokowi menilai hub penerbangan saat ini di Indonesia terlalu banyak dan tidak merata sebarannya. Dia mencatat setidaknya ada 30 bandara internasional di Indonesia. (Baca: Jokowi Buka Peluang Melebur BUMN Penerbangan dan Pariwisata )
"Apakah diperlukan sebanyak ini? Negara-negara lain saya kira tidak melakukan ini, coba dilihat, dan 90% lalu lintas terpusat hanya di 4 bandara. Artinya kuncinya ada di 4 bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatera Utara," kata Jokowi.
(ind)
Lihat Juga :