alexametrics

Rupiah Siang Ambruk Saat IHSG Tertahan di Zona Merah

loading...
Rupiah Siang Ambruk Saat IHSG Tertahan di Zona Merah
Nilai tukar rupiah terhadap USD pada sesi perdagangan siang hari ini, Jumat (8/6/2018) terus ambruk mengiringi IHSG yang juga sulit keluar dari zona merah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi perdagangan siang hari ini, Jumat (8/6/2018) terus ambruk untuk melanjutkan tren negatif sejak sesi pagi tadi. Kejatuhan rupiah mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga sulit keluar dari zona merah.

Menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.915/USD atau memburuk dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.863/USD. Rupiah merosot dengan pergerakan harian pada kisaran level Rp13.863-Rp13.915/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.918/USD untuk menunjukkan sinyal kejatuhan semakin delan dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.875/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran Rp13.887 per USD hingga Rp13.920 per USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih menyusut ke level Rp13.905/USD yang cenderung tidak berdaya dari sesi pagi. Sedangkan dibanding penutupan kemarin, tidak lebih baik di level Rp13.875/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan pada jalur pelemahan di level Rp13.902/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lesu dari posisi sebelumnya Rp13.868/USD.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan siang ini masih berkutat di zona merah usai kehilangan 51,07 poin yang setara minus 0,84% ke level 6.055,63 setelah pagi tadi dibuka mengalami penurunan 12,670 poin atau setara 0,207% menjadi 6.094,03 poin.. Kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup bertambah 36,99 poin atau 0,61% menjadi 6.106,70.

Sektor saham dalam negeri hingga siang ini, mayoritas berada di jalur negatif dengan sektor keuangan melemah terdalam sebesar 1,62% diikuti kejatuhan sektor infrastruktur mencapai 1,49%. Sedangkan satu-satunya sektor yang menguat tertinggi yakni industri dasar sebesar 0,41%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,57 triliun dengan 3,51 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp483,18 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,52 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,04 triliun. Tercatat 119 saham naik, 216 turun dan 128 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS). Sementara, saham-saham yang melemah yakni PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL).
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak