alexametrics

Harga Minyak Jatuh Karena Perang Dagang AS-China Kembali Meningkat

loading...
Harga Minyak Jatuh Karena Perang Dagang AS-China Kembali Meningkat
Harga minyak turun akibat meningkatnya kembali perang dagang AS-China. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah jatuh pada perdagangan Selasa (19/6/2018), akibat meningkatnya kembali perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China. Hal ini membuat investor melepas aksi jual tajam di banyak pasar global.

Melansir dari Reuters, Selasa (19/6), AS dan China kembali saling ancam mengenakan tarif kepada ekspor masing-masing negara, termasuk pasokan minyak, Hal ini membuat bursa saham China ambruk ke level terendah dalam satu tahun.

Selain itu, kejatuhan harga minyak juga seiring rencana OPEC dan Rusia untuk meningkatkan produksi mereka secara bertahap. Hal ini untuk mengisi kekosongan akibat sanksi Amerika Serikat atas Iran dengan aktivitas nuklirnya dan sanksi kepada Venezuela.

Harga minyak mentah Brent International turun 20 sen menjadi USD75,14 per barel pada pukul 09:03 GMT, sementara minyak harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate turun 72 sen ke level USD65,13 per barel.

Pedagang minyak mengamati dengan seksama ancaman China yang menetapkan 25% bea atas impor minyak AS. Hal ini untuk membalas pengenaan tarif dari Negeri Paman Sam. Sepanjang 2017, China banyak mengimpor minyak dari AS dengan nilai hampir USD1 miliar per bulan. Dan harga minyak akan berpengaruh akibat perang dagang kedua negara.

Konsultan energi Wood Mackenzie mengatakan Amerika Serikat "akan merasa sulit untuk menemukan pasar alternatif yang sebesar Cina". Dikatakan bahwa China mengambil sekitar 20% dari seluruh ekspor minyak mentah AS.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak