alexametrics

Ekonom: Kenaikan Suku Bunga Picu Pertumbuhan Investasi

loading...
Ekonom: Kenaikan Suku Bunga Picu Pertumbuhan Investasi
Ekonom Aviliani. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,5% dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps juga menjadi 6%.

Menanggapi itu, ekonom Aviliani menilai keputusan pemerintah sudah tepat dalam menaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps. Dengan kenaikan itu, dia memastikan akan mampu menyedot perhatian investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Sebenarnya sudah cukup baik kondisi sekarang. Dan karena kita masih membutuhkan aliran uang masuk maka dengan suku bunga yang tinggi bisa menjanjikan," ujarnya saat ditemui di Gedung Sindo, Jakarta, Selasa (3/7/2018).



Aviliani menambahkan, kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia merupakan langkah untuk menjaga kestabilan mata uang NKRI. Di mana gejolak ekonomi dunia, kata dia, tengah berlangsung pasca Bank Sentral AS menaikan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR).

"Kalau basis point sampai 50%, itu sangat tepat karena The Fed sudah dua kali (menaikkan suku bunga), bahkan diprediksi bisa empat kali. Jadi kita masih menghadapi kenaikan suku bunga lagi," imbuhnya.

Bank Indonesia sendiri telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali di tahun ini, pertama pada bulan Mei dan kedua pada akhir pekan lalu. Dan BI masih memberi sinyal untuk kembali menaikkan suku bunga ke depan demi menstabilkan nilai tukar rupiah. Namun kenaikan suku bunga ini akan memengaruhi banyak hal, terutama di sektor riil.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak