Bagian dari Perhutanan Sosial, Hutan Pertamina Tanam Enam Juta Pohon

Senin, 12 Februari 2024 - 15:31 WIB
loading...
Bagian dari Perhutanan...
Sebanyak enam juta lebih pohon ditanam dalam program Hutan Pertamina. (Foto: dok Pertamina)
A A A
JAKARTA - Sebanyak enam juta lebih pohon ditanam dalam program Hutan Pertamina untuk mendukung pemerintah dalam hal pelestarian lingkungan dan menyerap emisi karbon. Penanaman jutaan pohon tersebut dijalankan dalam 267 program penanaman di seluruh wilayah operasi perusahaan dengan luasan mencapai 629 hektare, terdiri dari 433 hektare mangrove dan 196 hektare pohon daratan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, program konservasi dan reforestasi hutan dengan penanaman pohon mangrove serta daratan sebagai bentuk komitmen Pertamina pada implementasi ESG (Environment, Social, Governance), sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), nomor 13, 14, dan 15, serta target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

“Mangrove dan pohon daratan memiliki peran besar sebagai penyerap dan penyimpan karbon, sekaligus memiliki fungsi untuk mencegah abrasi laut dan mengurangi dampak bencana gelombang tsunami,” ujar Fadjar.

Menurut Fadjar, pada periode 2018-2023, Pertamina telah menanam 3,2 juta pohon mangrove yang tersebar di Sumatera (269.504), Kalimantan (2,07 juta), Jawa (298.530), Sulawesi (33.333), Bali, NTT dan NTB (211.334), serta Maluku-Papua (288.111).

Fadjar menambahkan, selain memberikan manfaat dalam pengurangan emisi, program Hutan Pertamina juga telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 4.783 penerima manfaat telah merasakan dampak ekonominya dengan pendapatan kelompok mencapai Rp1,8 milar per tahun.

Perhutanan Sosial

Bagian dari Perhutanan Sosial, Hutan Pertamina Tanam Enam Juta Pohon

(Foto: dok Pertamina)

Perhutanan Sosial merupakan inovasi dalam pelestarian hutan yang dijalankan oleh Pertamina dan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Program yang dijalankan sejak pertengahan 2023 ini bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.

Perhutanan Sosial dijalankan dengan sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak atau hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan, dan dinamika sosial budaya. Bentuknya bisa hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan taman rakyat, hutan adat, dan kemitraan kehutanan.

Pada 2023, Pertamina telah menjalankan Program Perhutanan Sosial di 6 wilayah, yaitu Tanggamus (Lampung), Maros (Sulawesi Selatan), Bandung, Indramayu (Jawa Barat), Jembrana (Bali), dan Tarakan (Kalimantan Utara).
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Satgas Ramadan dan Idulfitri...
Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina Bikin Mudik Lancar dan Nyaman
Genjot Daya Saing UMKM,...
Genjot Daya Saing UMKM, Pertamina Fasilitasi Sertifikasi Halal dan HaKI
Pertamax Oplosan Jadi...
Pertamax Oplosan Jadi Ujian Besar, Dirut Pertamina Jamin Kualitas RON 92
Permintaan Maaf Dirut...
Permintaan Maaf Dirut Pertamina Soal Sengkarut Tata Kelola Minyak
LEMIGAS Uji Kualitas...
LEMIGAS Uji Kualitas BBM Pertamina dan Nilai RON Diukur dari 75 Sampel, Begini Hasilnya
Dukung Asta Cita, Serikat...
Dukung Asta Cita, Serikat Pekerja Minta Pertamina di Bawah Kendali Presiden
BBM Ramah Lingkungan...
BBM Ramah Lingkungan Bernama Diesel X Resmi Meluncur, Ini Manfaatnya
Minyak Jelantah Disulap...
Minyak Jelantah Disulap Jadi Bioavtur, Pakar Ungkap Potensinya Bagi Swasembada Energi
Tantangan Distribusi...
Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi di Tahun Baru 2025
Rekomendasi
Harga Mobil dan Motor...
Harga Mobil dan Motor Bakal Gila-gilaan Akibat Tarif Baru Donald Trump
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
Justin Bieber Disebut...
Justin Bieber Disebut Tidak Waras, Video Terbarunya Buat Penggemar Cemas
Berita Terkini
Respons Kebijakan Tarif...
Respons Kebijakan Tarif Trump, Kadin: Pintu Negosiasi Masih Terbuka
4 menit yang lalu
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
7 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
8 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
9 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
9 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
10 jam yang lalu
Infografis
Fenomena Otak Popcorn,...
Fenomena Otak Popcorn, Akibat Berbahaya dari Media Sosial
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved