Penjualan Mobil RI Turun 18,4% di Januari 2024, Empat Saham Otomotif Ini Sulit Ngegas
Jum'at, 16 Februari 2024 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kolaborasi Apik Bangkitkan Ekonomi lewat Industri Otomotif
Calon pembeli mobil juga dinilai cenderung untuk wait and see menunggu kepastian hasil pemilihan umum atau pemilu 2024. Penurunan juga dipengaruhi oleh euforia calon pembeli mobil yang menunggu peluncuran beberapa beberapa brand mobil listrik baru di Indonesia, seperti BYD dan Vinfast.
“Kita tahun peluncuran resmi dan detail atas penjualan mobil BYD dan Vinfast masih berlangsung di acara IIMS pada 15–25 Februari 2024,” paparnya.
Hingga Jumat (16/2) pukul 14:15 waktu JATS, sebagian besar saham otomotif berada di zona merah, seperti AUTO turun 0,45% di Rp2.200, DRMA anjlok 1,22% di Rp1.215, dan IMAS jatuh 2,80% di Rp1.390. Sementara ASII tumbuh 0,49% di Rp5.175.
Calon pembeli mobil juga dinilai cenderung untuk wait and see menunggu kepastian hasil pemilihan umum atau pemilu 2024. Penurunan juga dipengaruhi oleh euforia calon pembeli mobil yang menunggu peluncuran beberapa beberapa brand mobil listrik baru di Indonesia, seperti BYD dan Vinfast.
“Kita tahun peluncuran resmi dan detail atas penjualan mobil BYD dan Vinfast masih berlangsung di acara IIMS pada 15–25 Februari 2024,” paparnya.
Hingga Jumat (16/2) pukul 14:15 waktu JATS, sebagian besar saham otomotif berada di zona merah, seperti AUTO turun 0,45% di Rp2.200, DRMA anjlok 1,22% di Rp1.215, dan IMAS jatuh 2,80% di Rp1.390. Sementara ASII tumbuh 0,49% di Rp5.175.
(akr)
Lihat Juga :