Nike Bakal PHK 1.600 Pekerja demi Penghematan Biaya Rp30,9 Triliun

Sabtu, 17 Februari 2024 - 07:24 WIB
loading...
Nike Bakal PHK 1.600...
Nike (NKE. N) akan memangkas sekitar 2% dari total tenaga kerja atau lebih dari 1.600 pekerja, demi untuk menurunkan biaya seiring pelemahan permintaan sepatu. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Nike (NKE. N) akan memangkas sekitar 2% dari total tenaga kerja atau lebih dari 1.600 pekerja, demi untuk menurunkan biaya seiring pelemahan permintaan sepatu. Sewa dan suku bunga tinggi telah menyebabkan para konsumen mengurangi pengeluaran untuk barang-barang di luar kebutuhan pokok.

Baca Juga: Pesanan Sepatu Nike hingga Adidas Terjun Bebas, 25.700 Karyawan Kena PHK

Efeknya perusahaan raksasa peralatan olahraga seperti Nike dan Adidas (ADSGn.DE), memperingatkan bahwa peritel menurunkan pesanan mereka melalui saluran grosir.

Sebelumnya Nike pada bulan Desember menguraikan rencana penghematan USD2 miliar atau setara Rp30,9 triliun (Kurs Rp15.488 per USD) selama tiga tahun ke depan, yang di dalamnya termasuk memperketat pasokan beberapa produk dan mengurangi lapisan manajemen.

Baca Juga: Akhirnya! Nike Hengkang juga dari Rusia

"Pengurangan biaya akan mencakup sekitar USD400 juta hingga USD450 juta untuk pesangon karyawan pada kuartal ketiga," terang pihak perusahaan seperti dilansir Reuters.

Nike tercatat memiliki sekitar 83.700 karyawan per 31 Mei 2023.

"Pemutusan hubungan kerja menjadi jalan keluar bagi Nike ketika ada kekhawatiran bahwa permintaan bisa melunak lebih lama," ungkap Direktur Pelaksana GlobalData, Neil Saunders.

Sementara itu Nike mendapatkan pesaing dari brand-brand baru seperti Decker Outdoors (DECK. N), Hoka dan On Holding (ONON. N), yang sedikit banyak mempengaruhi kinerja perusahaan. Tren sepatu lari beresonansi dengan pelanggan yang mencari gaya menarik dan inovatif.

"Nike juga ingin berinvestasi lebih banyak di beberapa sektor sehingga bisa menguasai pasar, untuk melakukan itu perlu menyeimbangkan biaya tambahan dengan beberapa pengurangan di tempat lain," kata Saunders.

The Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan mengatakan, pengurangan pegawai diprediksi akan dimulai pada hari Jumat, dan fase kedua akan selesai pada akhir kuartal. Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK diperkirakan tidak akan berdampak pada karyawan yang bekerja di toko dan pusat distribusi atau mereka yang berada di tim inovasi, kata laporan tersebut.

Kabar tersebut membuat saham Nike turun 4% setelah broker Oppenheimer menurunkan peringkat saham menjadi "perform" dan memangkas target harga di tengah kekhawatiran "permintaan konsumen masih akan jatuh" selama beberapa kuartal berikutnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Wanita Ini Dipecat karena...
Wanita Ini Dipecat karena Suaminya Kerja di Perusahaan Saingan, Urusannya sampai Pengadilan
Gelombang PHK di Tengah...
Gelombang PHK di Tengah Krisis Energi Ungkap Rapuhnya Fondasi Ekonomi China
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved