alexametrics

Pasokan Cukup, Harga Daging Ayam Diyakini Segera Normal

loading...
Pasokan Cukup, Harga Daging Ayam Diyakini Segera Normal
Kementan meyakini harga daging ayam akan segera normal mengingat cukupnya pasokan di pasar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Setelah kenaikan harga telur ayam dan cabai sempat membuat resah konsumen di beberapa daerah, kini giliran harga daging ayam yang bergejolak. Harga daging ayam beberapa waktu belakangan fluktuatif hingga di atas harga normal, mencapai Rp37.000-40.000-an/kg.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, harga rata-rata nasional daging ayam segar hari ini (25/7/2018) sebesar Rp41.600/kg, Naik tipis 0,97% atau Rp400 dibanding sebelumnya.

Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHP) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Fini Murfiani dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kenaikan harga bukan disebabkan kurangnya pasokan. Kenaikan tersebut menurutnya terjadi karena peningkatan tajam permintaan beberapa waktu belakangan ini.



Terkait pasokan, Dini menjelaskan, dengan rata-rata konsumsi daging ayam ras sekitar 11,5 kg/kg/tahun dan jumlah penduduk sekitar 265 juta jiwa, maka kebutuhan daging ayam ras selama tahun 2018 dengan sudah memperhitungkan kenaikan permintaan pada Hari Raya dan Tahun Baru sekitar 3,05 juta ton.

"Sementara jumlah produksi daging ayam ras selama tahun 2018 diperkirakan mencapai 3,56 juta ton, sehingga sebenarnya ada surplus produksi sekitar 500.000 ton," ungkapnya.

Tanpa memperhitungkan stok tahun lalu, sambung dia, selama Januari-Juni tahun ini realisasi produksi daging ayam ras telah mencapai 1,80 juta ton sementara kebutuhan yang dipenuhi sebanyak 1,54 juta ton. "Maka dalam 6 bulan ini kita mengalami surplus daging ayam ras sekitar 260.000 ton," tuturnya.

Karena itu, tegas dia, kurang tepat jika dibilang ada kekurangan daging ayam di pasar. Hasil pemantauan petugas Kementan di beberapa pasar, kata dia, walaupun sempat terjadinya kenaikan, harga daging ayam berangsur-angsur sudah turun ke kondisi normal karena cukupnya pasokan.

"Juga kami tidak temui adanya pedagang daging ayam yang mogok jualan karena kurang pasokan daging ayam," imbuh Fini.

Fini mencontohkan, di Jawa Tengah harga daging ayam pantauan Senin (23/7) berkisar Rp35.000/kg, turun sebesar 2,23% dari hari sebelumnya Rp35.800/kg. Harga ayam ras hidup di tingkat produsen juga sudah normal Rp23.000/kg.

Di Jawa Timur harga daging ayam ras juga turun 0,11% dari Rp35.940/kg menjadi Rp35.900/kg. Di Lampung harga daging ayam Rp34.000/kg dan bahkan di Sumatera Barat hanya Rp29.600/kg.

Di DKI Jakarta harga daging ayam masih sekitar Rp36.000-37.000/kg. Namun demikian, dengan pasokan yang cukup, diyakini dalam beberapa hari harga daging ayam akan semakin stabil.

Produksi daging ayam juga tidak akan terganggu karena masalah ketersediaan pakan, mengingat produksi jagung dalam negeri tahun ini diperkirakan lebih dibandingkan tahun lalu.

"Produksi jagung tahun ini bisa mencapai 29,5 juta ton, meningkat dari tahun 2017 sebanyak 28,9 juta ton. Sehingga tidak ada kekhawatiran akan kurangnya pasokan jagung dalam negeri sebagai bahan baku utama dalam pembuatan pakan, bahkan berlebih," tambah Fini.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak