China Kucurkan Utang Lebih dari Rp31,3 Triliun ke Pakistan
Kamis, 29 Februari 2024 - 15:56 WIB
loading...
China telah menggulirkan pinjaman lebih dari USD2 miliar atau setara Rp31,3 triliun (Kurs Rp15.655 per USD) kepada Pakistan. Foto/Dok
A
A
A
ISLAMABAD - China telah menggulirkan pinjaman lebih dari USD2 miliar atau setara Rp31,3 triliun (Kurs Rp15.655 per USD) kepada Pakistan . Kabar ini dikonfirmasi oleh Menteri keuangan sementara Shamshad Akhtar kepada Reuters, hari ini, Kamis (29/2/2024).
Utang China USD2 miliar jatuh tempo pada bulan Maret dan telah diperpanjang selama satu tahun, seperti pertama kali dilaporkan oleh Geo News, mengutip sumber-sumber di kementerian keuangan Pakistan. Diterangkan juga bahwa Beijing telah mengomunikasikan keputusan itu ke Islamabad.
Baca Juga: China dan Pakistan Menandai 10 Tahun Mega Infrastruktur Landasan Belt and Road Initiative
Ekonomi Pakistan yang sedang berjuan untuk mencoba lebih stabil dari hantaman krisis keuangan dan sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) resmi menyetujui pinjaman kepada Pakistan sebesar USD3 miliar atau sekitar Rp50 triliun.
Posisi eksternal Pakistan yang rentan, menurut lembaga pemeringkat Fitch pekan lalu bahwa, mengamankan pembiayaan dari mitra multilateral dan bilateral akan menjadi salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi pemerintah berikutnya.
Utang China USD2 miliar jatuh tempo pada bulan Maret dan telah diperpanjang selama satu tahun, seperti pertama kali dilaporkan oleh Geo News, mengutip sumber-sumber di kementerian keuangan Pakistan. Diterangkan juga bahwa Beijing telah mengomunikasikan keputusan itu ke Islamabad.
Baca Juga: China dan Pakistan Menandai 10 Tahun Mega Infrastruktur Landasan Belt and Road Initiative
Ekonomi Pakistan yang sedang berjuan untuk mencoba lebih stabil dari hantaman krisis keuangan dan sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) resmi menyetujui pinjaman kepada Pakistan sebesar USD3 miliar atau sekitar Rp50 triliun.
Posisi eksternal Pakistan yang rentan, menurut lembaga pemeringkat Fitch pekan lalu bahwa, mengamankan pembiayaan dari mitra multilateral dan bilateral akan menjadi salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi pemerintah berikutnya.
Lihat Juga :