Awas! PHK Menghantui Industri Tekstil dan Padat Karya di Sepanjang Kuartal I/2024
Jum'at, 01 Maret 2024 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
“Sekarang di hulu itu utilisasi sekitar 40 persen, itu di bulan Januari dan Februari. Artinya, di kuartal I/2024 ini akan tetap kemungkinan lebih dalam minus-nya dibandingkan kuartal IV (2023),” paparnya.
APSyFI mencatat, produk tekstil impor menguasai 70 persen pasar (market) di Tanah Air. Kondisi itu membuat kinerja industri tekstil lokal tertekan dan terus merugi.
Redma mengaku, dominasi produk impor di pasar dalam negeri membuat industri tekstil lokal masuk dalam kategori terburuk dibandingkan 20 tahun terakhir. Bahkan, Ramadan dan Lebaran yang menjadi momentum penting bagi perusahaan tekstil agar mendorong pertumbuhan bisnis pun minim harapan.
Redma menyebut, tidak banyak harapan di benak para pengusaha tekstil untuk meraup untuk di momentum Ramadan dan Lebaran 2024 ini.
“Ada harapan sedikit, tapi optimisme sangat kecil. Untuk jenis beberapa produk itu ada harapan, tapi harapan mereka juga tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena barang impor sudah sangat banyak gitu,” beber dia.
APSyFI mencatat, produk tekstil impor menguasai 70 persen pasar (market) di Tanah Air. Kondisi itu membuat kinerja industri tekstil lokal tertekan dan terus merugi.
Redma mengaku, dominasi produk impor di pasar dalam negeri membuat industri tekstil lokal masuk dalam kategori terburuk dibandingkan 20 tahun terakhir. Bahkan, Ramadan dan Lebaran yang menjadi momentum penting bagi perusahaan tekstil agar mendorong pertumbuhan bisnis pun minim harapan.
Redma menyebut, tidak banyak harapan di benak para pengusaha tekstil untuk meraup untuk di momentum Ramadan dan Lebaran 2024 ini.
“Ada harapan sedikit, tapi optimisme sangat kecil. Untuk jenis beberapa produk itu ada harapan, tapi harapan mereka juga tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena barang impor sudah sangat banyak gitu,” beber dia.
(akr)
Lihat Juga :