Realisasi Belanja Produk Dalam Negeri dalam Business Matching 2024 Capai Rp213 Triliun
Kamis, 07 Maret 2024 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
"Saya percaya bahwa optimalisasi belanja produk dalam negeri akan memberikan multiplier effect dan value added yang berlipat-lipat untuk sektor industri sehingga akan mengakselerasi program pendalaman, penyebaran, dan pemerataan sektor industri yang pada gilirannya akan memperkokoh kinerja sektor manufaktur untuk terus tumbuh membanggakan," terangnya.
Baca Juga: Gelar Business Matching 2024, Kemenperin Bidik Nilai Kontrak Rp200 T
Sebagai gambaran, manufacturing output Indonesia mencapai 19,9 persen terhadap PDB nasional untuk periode 2014-2022, lebih tinggi dari rata-rata kontribusi PDB manufaktur dunia (16,25 persen) maupun kontribusi rata-rata negara OECD (13,6 persen).
Selain itu, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada tahun 2021 mencapai USD228 miliar dan berkontribusi sebesar 1,46 persen terhadap total MVA dunia. Berdasarkan data UNStats Indonesia unggul di atas negara-negara peers seperti Kanada, Turki, Irlandia, Brazil, Spanyol, Swiss, Thailand, dan Polandia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang memantapkan industrialisasinya sebagai salah satu power house manufaktur di dunia.
Baca Juga: Gelar Business Matching 2024, Kemenperin Bidik Nilai Kontrak Rp200 T
Sebagai gambaran, manufacturing output Indonesia mencapai 19,9 persen terhadap PDB nasional untuk periode 2014-2022, lebih tinggi dari rata-rata kontribusi PDB manufaktur dunia (16,25 persen) maupun kontribusi rata-rata negara OECD (13,6 persen).
Selain itu, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada tahun 2021 mencapai USD228 miliar dan berkontribusi sebesar 1,46 persen terhadap total MVA dunia. Berdasarkan data UNStats Indonesia unggul di atas negara-negara peers seperti Kanada, Turki, Irlandia, Brazil, Spanyol, Swiss, Thailand, dan Polandia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang memantapkan industrialisasinya sebagai salah satu power house manufaktur di dunia.
(nng)
Lihat Juga :