Pelindo IV Menyasar Pasar Dunia dengan Direct Call dan Direct Export

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 18:40 WIB
loading...
Pelindo IV Menyasar...
PT Pelindo IV terus melakukan direct call dan direct export untuk menyasar pasar dunia. Foto: Ilustrasi/Sindonews
A A A
MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) terus melakukan kolaborasi, untuk menyasar pasar dunia melalui direct call dan direct export atau pengapalan langsung komoditas ekspor ke luar negeri.

Setelah menggandeng perusahaan pelayaran internasional asal Hongkong, SITC, dengan pengiriman pertama sebanyak 30 box kontainer ke beberapa negara tujuan di Asia seperti China, Korea, Bangkok, Thailand dan Jepang.

Baca Juga: Pelindo IV Cabang Ambon Beri Penghargaan ke Pelanggan Pengguna Jasa

Kini jumlah itu terus merangkak jadi 300 box untuk sekali angkut, dan telah menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat juga Australia.

Direktur Utama PT Pelindo IV , Prasetyadi mengatakan, demi semakin melebarkan sayap di luar negeri, pihaknya saat ini tidak hanya bekerjasama dengan SITC tetapi juga telah berkolaborasi dengan SeaLand milik Maersk Line Group, tepatnya sejak Maret tahun ini, yang setiap minggu mengangkut sebanyak 70 hingga 90 box kontainer untuk dibawa ke luar negeri.

“Kawasan Indonesia Timur (KTI) memiliki cukup banyak komoditas unggulan. Wilayah ini cukup kaya dengan barang kebutuhan masyarakat di luar negeri dan pasar global sebenarnya masih cukup terbuka dengan hal ini, sehingga kami mencoba untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan baik,” kata Prasetyadi.

Sejauh ini menurut Dirut Pelindo IV , beberapa pelabuhan kelolaan juga telah berkontribusi cukup banyak terhadap upaya Perseroan dengan program direct call dan direct ekspor . Sebut saja Pelabuhan Pantoloan, Kendari, Balikpapan, Ambon, Jayapura dan Bitung. Dengan komoditas unggulan yang diekspor yaitu hasil perikanan, perkebunan dan kehutanan seperti plywood dari Papua.

Dari pelabuhan-pelabuhan tersebut, komoditas unggulan masing-masing wilayah dikirim ke luar negeri melalui Pelabuhan Makassar.

“Bahkan untuk Bitung tidak lagi melalui Pelabuhan Makassar, tetapi langsung mengirim komoditas yang ada ke Davao, Filipina,” ujarnya.

Tentunya ada cukup banyak manfaat besar yang dirasakan negeri ini dengan adanya pelayaran langsung ke luar negeri tersebut. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di KTI, tidak perlu lagi khawatir dengan harga barang yang melambung. Karena dengan direct call dan direct export, terbukti dapat memangkas disparitas harga barang yang selama ini cukup tinggi antara wilayah barat dan timur Indonesia.

Juga terjadi efisiensi waktu pengiriman, sehingga barang yang tiba masih dalam keadaan fresh dan menjadikan nilai barang tetap tinggi jika dibandingkan barang tiba dalam waktu perjalanan yang cukup lama karena masih harus mengalami proses handling lagi di Jakarta atau Surabaya.

Selain itu juga memangkas waktu tunggu kapal atau dwelling time. Ketersediaan barang juga selalu terjaga karena waktu tiba barang menjadi lebih cepat dibandingkan harus melalui Tangjung Perak, Surabaya atau Tanjung Priok, Jakarta. Sehingga masyarakat di KTI tak perlu khawatir dengan stok barang yang dibutuhkan.

Bagi daerah lanjut Prasetyadi, tentunya pendapatan dari pajak ekspor akan langsung masuk ke kas daerah, otomatis menambah jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ketika belum ada direct call dan direct export dari Makassar, pajak ekspor masuk ke daerah lain padahal barang yang diekspor dari KTI. Selain itu, masyakarat luar juga mengenal barang yang dikirim berasal dari Surabaya atau Jakarta, sementara yang sebenarnya adalah komoditas yang diekspor berasal dari wilayah-wilayah di KTI,” tukasnya.

Baca Juga: Pelindo IV Sinergi Bangun Kawasan Timur Indonesia
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved