Jika HGBT Distop, Kemenperin Minta Keran Impor Gas Dibuka
Minggu, 24 Maret 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Logikanya, sambung dia, jika HGBT ditiadakan atau tidak diperpanjang, maka terdapat opportunity lost bagi industri yang berujung perekonomian akan merosot dan menurun tiga kali lipat. Hal ini juga menyebabkan produk nasional menjadi tidak kompetitif, yang dapat berakibat pada penutupan pabrik serta PHK. "Karena itu, kepastian industri mendapatkan gas murah menjadi prioritas," tandasnya.
Terkait dengan itu, Taufiek menambahkan, jika memang Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, termasuk SKK Migas menyatakan tidak sanggup meneruskan program HGBT, maka Kemenperin meminta opsi untuk dibukakan keran impor gas dari negara-negara Teluk dengan harga yang bisa menyentuh USD3 per mmbtu untuk kebutuhan kawasan industri dengan kriteria untuk industri berorientasi ekspor dan subtitusi impor.
"Ini tentunya bisa mencapai enam kali lipat nilai tambah yang didapat dari HGBT gas domestik, sehingga dapat mendukung industri nasional untuk menjadi tangguh dan kuat, serta berdaya saing di tingkat ASEAN dan global," tegasnya.
Logikanya, sambung dia, jika HGBT ditiadakan atau tidak diperpanjang, maka terdapat opportunity lost bagi industri yang berujung perekonomian akan merosot dan menurun tiga kali lipat. Hal ini juga menyebabkan produk nasional menjadi tidak kompetitif, yang dapat berakibat pada penutupan pabrik serta PHK. "Karena itu, kepastian industri mendapatkan gas murah menjadi prioritas," tandasnya.
Terkait dengan itu, Taufiek menambahkan, jika memang Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, termasuk SKK Migas menyatakan tidak sanggup meneruskan program HGBT, maka Kemenperin meminta opsi untuk dibukakan keran impor gas dari negara-negara Teluk dengan harga yang bisa menyentuh USD3 per mmbtu untuk kebutuhan kawasan industri dengan kriteria untuk industri berorientasi ekspor dan subtitusi impor.
"Ini tentunya bisa mencapai enam kali lipat nilai tambah yang didapat dari HGBT gas domestik, sehingga dapat mendukung industri nasional untuk menjadi tangguh dan kuat, serta berdaya saing di tingkat ASEAN dan global," tegasnya.
(fjo)
Lihat Juga :