Jokowi Optimistis Indonesia Bisa Kuasai 61 Persen Saham Freeport
Jum'at, 29 Maret 2024 - 17:00 WIB
loading...
Indonesia telah mengantongi hampir 51% saham Freeport. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa mayoritas saham PT Freeport sudah dimiliki Indonesia hampir 51 persen setelah sebelumnya hanya memiliki 9 persen saham. Jokowi menegaskan kepada semua pihak bahwa tidak boleh lagi beranggapan Freeport milik Amerika, tapi sudah milik Indonesia. Sebab, katanya, mayoritas sahamnya dimiliki oleh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada peresmian pembukaan Kongres Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) XII Tahun 2024 di Mercure Convention Center, Jakarta, pada Kamis, 28 Maret 2024.
"Jangan ada bayangan di sini Freeport itu (milik) Amerika, sudah Indonesia. Sebentar lagi akan kita tambah menjadi 61 persen, dan pendapatan Freeport 70 persen masuk ke negara, 70 persen. Begitu nai lagi menjadi 61 persen nantinya, 80 persen akan masuk ke negara," kata Jokowi dalam sambutannya dikutip Jumat (29/3/2024).
Baca Juga: Bos Freeport Temui Jokowi di Istana, Singgung Perpanjangan Izin
Presiden menegaskan tekad Indonesia untuk memanfaatkan puncak bonus demografi di tahun 2045. Menurut Presiden, Indonesia memiliki kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik karena 68 persen penduduknya berada dalam rentang usia produktif.
Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada peresmian pembukaan Kongres Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) XII Tahun 2024 di Mercure Convention Center, Jakarta, pada Kamis, 28 Maret 2024.
"Jangan ada bayangan di sini Freeport itu (milik) Amerika, sudah Indonesia. Sebentar lagi akan kita tambah menjadi 61 persen, dan pendapatan Freeport 70 persen masuk ke negara, 70 persen. Begitu nai lagi menjadi 61 persen nantinya, 80 persen akan masuk ke negara," kata Jokowi dalam sambutannya dikutip Jumat (29/3/2024).
Baca Juga: Bos Freeport Temui Jokowi di Istana, Singgung Perpanjangan Izin
Presiden menegaskan tekad Indonesia untuk memanfaatkan puncak bonus demografi di tahun 2045. Menurut Presiden, Indonesia memiliki kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik karena 68 persen penduduknya berada dalam rentang usia produktif.
Lihat Juga :