AS dan UE Ketar-ketir Hadapi Model Ekonomi Alternatif China
Jum'at, 05 April 2024 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: AS Siap Tempatkan Rudal Jarak Menengah di Indo-Pasifik untuk Lawan China
Para pejabat Amerika telah berulang kali menyebut China sebagai pesaing utama mereka, dan pada saat yang sama memperketat pembatasan ekonomi terhadap Negeri Panda itu. Tarif AS terhadap barang-barang China telah dinaikkan secara signifikan di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang melancarkan perang dagang pada 2018 lalu.
Pendekatan permusuhan serupa terus berlanjut di bawah kepemimpinan penggantinya, Joe Biden, yang telah mengadopsi beberapa kebijakan serupa yang ditujukan pada perekonomian China. Sementara, Beijing telah memperingatkan bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip persaingan yang sehat dan membahayakan stabilitas perdagangan dunia.
"AS ditantang bukan oleh China, namun oleh keengganan mereka untuk menerima bahwa negara besar lain mungkin bisa menandinginya," kata Diplomat Utama Beijing, Wang Yi, bulan lalu.
Di bagian lain, Tai memang juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa merupakan faktor kunci dalam ketegangan antara kedua negara.
Para pejabat Amerika telah berulang kali menyebut China sebagai pesaing utama mereka, dan pada saat yang sama memperketat pembatasan ekonomi terhadap Negeri Panda itu. Tarif AS terhadap barang-barang China telah dinaikkan secara signifikan di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang melancarkan perang dagang pada 2018 lalu.
Pendekatan permusuhan serupa terus berlanjut di bawah kepemimpinan penggantinya, Joe Biden, yang telah mengadopsi beberapa kebijakan serupa yang ditujukan pada perekonomian China. Sementara, Beijing telah memperingatkan bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip persaingan yang sehat dan membahayakan stabilitas perdagangan dunia.
"AS ditantang bukan oleh China, namun oleh keengganan mereka untuk menerima bahwa negara besar lain mungkin bisa menandinginya," kata Diplomat Utama Beijing, Wang Yi, bulan lalu.
Di bagian lain, Tai memang juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa merupakan faktor kunci dalam ketegangan antara kedua negara.
(fjo)
Lihat Juga :