Belajar dari Kasus Influencer Keuangan, Patuhi Protokol untuk Memilih

Senin, 17 Agustus 2020 - 08:18 WIB
loading...
Belajar dari Kasus Influencer...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sudah banyak kejadian bila salah pilih tempat investasi, uang pun melayang. Ambil pelajaran dari kasus sebelumnya ketika akan memilih tempat investasi dan menempatkan dana.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengingatkan yang harus dipahami bahwa tidak semua individu atau institusi bisa memberikan saran atau pertimbangan dalam berinvestasi.

Berikutnya juga tidak kalah penting adalah dimana kita mempercayakan investasi kita dikelola. "Banyak kejadian, salah pilih tempat investasi, alih-alih untung, uang kita justru bisa melayang," ujar Freddy di Jakarta, Minggu (16/8/2020). (Baca juga: Perundungan terhadap Influencer RUU Cipta Kerja Dinilai Tak Tepat )

Lalu, seperti apa memilih tempat yang pas untuk investasi dana kita? Dia menjelaskan banyak dijumpai individu atau institusi yang bisa memberikan saran keuangan hingga pertimbangan dalam berinvestasi. Tidak jarang, mereka juga menawarkan produk investasi. Padahal, belum tentu mereka memiliki izin untuk menjual produk investasi.

"Permasalahannya, masyarakat sekarang mudah percaya dengan nama besar atau nama yang populer. Padahal, tidak semua orang atau institusi keuangan itu kredibel, tidak memiliki benturan kepentingan, dan yang lebih krusial lagi harus resmi dan legal dalam memberikan jasa pengelolaan investasi," ujarnya mengingatkan.

Lebih rinci dia menjelaskan pelaku perencana keuangan, perusahaan sekuritas, ataupun manajer investasi, semua memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Sudah ada yang mengaturnya, baik dari regulator ataupun asosiasi.

"Sebelum kita pilih harus tahu dulu, apa fungsi dan tugas mereka. Serta jasa apa saja yang boleh ditawarkan sesuai izin yang diberikan dari regulator," ujarnya.

Perencana keuangan fungsinya adalah memberikan jasa konsultasi keuangan atau memberikan solusi atas masalah keuangan dari klien-kliennya. Perencana keuangan tidak diperkenankan untuk mengelola dana klien atau menyarankan produk investasi secara spesifik kepada klien. "Misalnya menyarankan pembelian saham perusahaan A, atau pembelian reksa dana B," terangnya. (Baca juga: Uang Rupiah Khusus HUT RI ke-75 Bikin Penasaran, Yuk Intip Wujudnya dari Masa ke Masa )

Kemudian tugas perusahaan sekuritas adalah menjadi perantara atau pialang antara investor dengan pusat pasar modal, dalam bertransaksi di pasar saham, obligasi, sukuk, reksa dana dan sebagainya.

Yang ketiga adalah manajer investasi. Tugasnya adalah menghimpun dan mengelola dana investor melalui portofolio investasi yang disebut reksa dana. Ada juga manajer investasi yang sudah menerima jasa penasihat investasi seperti dari MAMI. (Baca juga: Joss, Erick Thohir Jemput Langsung Investor Asing untuk Tanam Uang di RI )

Jasa penasihat investasi ini memberikan wewenang kepada manajer investasi untuk memberikan nasihat ke investor mengenai penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa. "Jadi, perlu kita ketahui juga, mungkin saja sebuah institusi memiliki beberapa izin sekaligus dengan fungsi yang berbeda," tambahnya.

Bagaimana kita tahu tempat yang kita pilih sudah tepat? Cara termudah tanyakan izin operasi yang dimiliki, cek mereka berfungsi sebagai apa. Simpelnya begini, jika kita mendatangi satu institusi keuangan yang menawarkan jasa yang tidak sesuai dari fungsinya, wajib berhati-hati.

Contohnya tidak mungkin perusahaan perencanaan keuangan bisa mengelola dana nasabahnya. Kalau kita menemukan yang seperti itu, bisa dipastikan perusahaan itu tidak kredibel, dan sebaiknya jangan dipilih untuk menempatkan dana kita.

Jika institusi keuangan tersebut sudah sesuai tugas dan fungsinya, maka langkah berikutnya adalah melakukan pengecekan legalitas ke regulator, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan asosiasi terkait.

Jika ada yang menawarkan jasa tidak sesuai fungsi dan tugasnya sebaiknya hindari institusi keuangan tersebut. Jangan sampai tergiur dengan saran-saran manis dari individu atau institusi keuangan. "Segera laporkan kepada regulator atau asosiasi. Lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal belakangan," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Influencer Sebut Rupiah...
Influencer Sebut Rupiah Ambruk Untungkan Indonesia, Ekonom: Menyesatkan
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Ramadan Lebih Bermakna...
Ramadan Lebih Bermakna dengan Perencanaan Keuangan yang Tepat
Arief Muhammad Kini...
Arief Muhammad Kini Jadi Boss FOOM, Siap Perkuat Positioning Brand
Perkuat Literasi Keuangan,...
Perkuat Literasi Keuangan, Mahasiswa Diajak Pahami Konsep Pembiayaan Bertanggung Jawab
Marak Influencer Trading...
Marak Influencer Trading Promosi Full Margin, Hati-hati Risiko Besar di Baliknya
Kekasih Sarwendah Jadi...
Kekasih Sarwendah Jadi Sorotan, Giorgio Antonio Diduga Kenakan Jam Tangan Palsu Audemars Piguet
Syahran Buka Suara soal...
Syahran Buka Suara soal Hubungannya dengan Jule: Saya Siap dengan Konsekuensinya
Awkarin Mangkir dari...
Awkarin Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel, Ini Penjelasan Polisi
Rekomendasi
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Berita Terkini
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved