Bos JPMorgan: AS Hadapi Risiko Terburuk Sejak Perang Dunia II

Selasa, 09 April 2024 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Ditakuti AS seperti Kiamat, Begini Menit-menit Mengerikan Jika Washington Dibom Nuklir

Bankir berusia 68 tahun ini menambahkan bahwa ada peningkatan kebutuhan untuk mengerek belanja, seiring dilakukannya transisi menuju perekonomian yang lebih ramah lingkungan, restrukturisasi rantai pasokan global, peningkatan pengeluaran militer dan upaya melawan kenaikan biaya perawatan kesehatan.

Dimon mengatakan dia tidak seoptimis pasar yang lebih luas bahwa perekonomian AS akan mencapai "soft landing", yaitu pertumbuhan yang moderat dan tingkat inflasi yang menurun. Peluang terjadinya soft landing menurutnya jauh lebih kecil dibandingkan 70% hingga 80% yang diharapkan oleh beberapa investor.

Sementara itu, lanjut Dimon, China telah memantapkan diri sebagai kandidat negara adidaya baru dan secara strategis berfokus pada keamanan ekonominya, di saat negara-negara tengah Barat "tertidur" pulas.

"Selama 20 tahun terakhir, China telah menerapkan strategi ekonomi yang lebih komprehensif dibandingkan yang kami lakukan," katanya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Rekomendasi
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Berita Terkini
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved