Iran Serang Israel, Harga Emas Terbang ke Titik Tertinggi

Minggu, 14 April 2024 - 07:49 WIB
loading...
A A A
"Faktor positif bagi emas lebih besar daripada faktor negatifnya. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah adalah pendorong utama lonjakan harga emas baru-baru ini," ungkap Chris Gaffney, Presiden Pasar Dunia di EverBank, seperti dikutip oleh Reuters.

Baca Juga: Meroket! Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp18.000 ke Rp1.324.000 per Gram

Kepala analisis pasar di StoneX Financial Ltd., Rhona O'Connell, juga mengatakan bahwa "risiko geopolitik adalah titik tumpu di sini," dan bahwa dalam satu tahun dengan lebih dari 50 pemilu lokal dan nasional, ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah menambah "bahan bakar lebih lanjut ke dalam api."

Investor biasanya beralih ke emas pada saat ketidakpastian pasar terjadi untuk melindungi nilai risiko dan sebagai penyimpan nilai. Selama ribuan tahun, emas batangan dipandang sebagai aset yang aman selama periode ketidakstabilan ekonomi, krisis pasar saham, konflik militer, dan pandemi.

Logam mulia lainnya juga meningkat, di mana perak naik 4% menjadi USD29,60 per ounce, harga tertinggi sejak awal tahun 2021. Paladium naik 2,7% menjadi USD1.075 dan platinum naik di atas level psikologis utama USD1.000 per ounce ke level tertinggi di tahun ini.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Rekomendasi
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved